PNMHII: Sebuah Implementasi dari Eksistensi Mahasiswa HI

Pertemuan Nasional Mahsiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) adalah sebuah pertemuan nasional yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa HI di seluruh Indonesia. Pada pertemuan nasional kali ini yang diadakan di Pekanbaru, Riau dari tanggal 30 November-6 Desember 2008 dan Universitas Riau (UNRI) sebagai tuan rumah dari pertemuan tersebut. PNMHII kali ini merupakan PNMHII yang ke XX, dan dihadiri oleh sekitar 150 orang dari 27 kampus di seluruh Indonesia.

Grand Theme PNMHII kali ini adalah “World Needs Real Action Cope With Global Warming” didasarkan pada kenyataan bahwa dewasa ini permasalahan global warming telah menjadi isu transnasional dan perlu dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama.

Dalam PNMHII kali ini, permasalahan yang dibahas tidak jauh dari fokus terhadap tema utama yaitu global warming. Di dalam seminar, talk show yang mengahadirkan beberapa pakar dan praktisi baik itu dari LSM-LSM maupun dari instansi pemerintah yang terkait dengan hal tesebut ditekankan bahwa sudah saatnya bagi masyarakat luas terutama kaum intelektual untuk memahami tentang bahaya global warming serta efek negatif yang dapat ditimbulkan oleh permasalahan tersebut.

Dalam beberapa kali kesempatan berinteraksi langsung dengan pihak pengambil keputusan di Provinsi Riau, seperti dengan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Riau mereka secara terang-terangan mangakui bahwa kelemahan dari mereka sebagai stakeholder adalah mengurangi dan memberantas illegal logging yang ditengarai oleh banyak pihak sebagai salah satu penyebab meningkatnya suhu global di dunia, bahkan salah satu anggota WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) secara terang-terangan telah menyebut M.S. Kaban sebagai seorang antek kapitalis yang rela menjual hutan di Sumatera demi kepentingan sekelompok orang.

Selain seminar dan talkshow, di dalam PNMHII juga terdapat dua agenda penting lain yaitu JSF (Joint Statement Forum) dan SF (Sidang Forum). Dalam JSF menghasilkan beberapa rekomendasi bagi pemerintah untuk menaggulangi makin parah nya dampak global warming, di JSF ini juga membuktikan bahwa mahasiswa HI seluruh Indonesia memiliki posisi tawar yang cukup diperhitungkan di ranah kepentingan pembuat keputusan dan juga sekali lagi sebagai bukti eksistensi dari mahasiswa HI itu sendiri.

Dalam SF, yang merupakan sebuah forum dimana merupakan salah satu hal yang paling penting bagi kelangsungan PNMHII dan FKMHII ke depan adalah, ditunjuknya Universitas Airlangga sebagai tuan rumah Pertemuan Sela Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia yang rencananya akan dilakasanakan pada bulan Juni tahun depan, dan terpilihnya Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai tuan rumah PNMHII yang ke XXI. Pada PNMHII yang ke XX ini juga menetapkan Universitas Airlangga sebagai pemakalah terbaik yang otomatis merebut piala bergilir Menlu dari tangan Universitas Padjadjaran Bandung.

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Buletin Edisi 21 , Desember 2008 . Hal. 9.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s