Belajar pemilu ke Amerika

Oleh: Fuadi Afif*

 “…pemerintah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tak akan pernah menghilang dari muka bumi ini.” Presiden Abraham Lincoln, Pidato Gettysburg, 1863

Pada saat peresmian makam nasional Gettysburg 1863, presiden Lincoln memberikan kesimpulan tentang definisi terbaik demokrasi dalam sejarah Amerikat Serikat dengan menyatakan bahwa “pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”, ia telah menjabarkan unsur paling hakiki dari pemerintahan demokratis yang bisa diterapkan untuk semua bangsa yang mengharapkan kehidupan demokratis.

Karena pada dasarnya demokrasi adalah sesuatu yang berat, bahkan mungkin merupakan bentuk pemerintahan yang paling rumit dan sulit. Bahkan ketegangan dan pertentangan, dan mensyaratkan ketekunan para penyelenggaranya agar bisa berhasil. Demokrasi tidak dirancang demi efisiensi, tapi demi pertanggungjawaban sebuah pemerintahan demokratis mungkin tidak bisa bertindak secepat pemerintahan dictator, namun sekali mengambil tindakan bisa dipastikan adanya dukungan publik untuk langkah ini.

Demokrasi, terutama dalam tatanan Amerika Serikat bukanlah produk yang telah selesai, melainkan sesuatu yang terus tumbuh berkembang. Selama dua abad bentuk pemerintahan Amerika Serikat tak banyak berubah dari tampak luarnya, namun bila diselami lebih dalam perubahan-perubahan besar dapat dijumpai.

Prinsip Pemerintahan Berdasarkan Konstitusi

“…kemerdekaan bagi orang-orang di bawah pemerintahan adalah memiliki aturan tegas sebagai pedoman hidup, yang berlaku sama untuk semua anggota masyarakat, dan dibuat oleh kekuasaan legislatif yang ditegakkan di dalamnya.” Jhon Locke (penjelasan kedua konstitusi)

Pembuatan undang-undang harus dilakukan dengan aturan-aturan tertentu, harus ada cara yang telah disepakati untuk pembuatan dan pengubahan undang-undang. Ciri utama dari prinsip pemerintahan ini adalah undang-undang dasar yang tidak dapat dengan mudah diubah karena keinginan suara mayoritas yang bersifat sementara.

Pengubahan mensyaratkan persetujuan dengan satu-satunya tata cara yang sudah diatur dengan sangat jelas. Di Amerika Serikat sejak tahun 1787 konstitusi hanya pernah diamandemenkan sebanyak 27 kali, kebanyakan amandemen yang yang terjadi dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dengan meluaskan hak-hak individu dan menghapuskan diskriminasi yang berdasarkan pada ras dan jenis kelamin.

Pada saat itu hak pilih bagi wanita bukan sekedar persoalan hak asasi, hak pilh bagi wanita merupakan perjuangan tersendiri. Oleh karena itu amandemen konstitusi no. 19 menurut pemerintah federal untuk memberikan hak pilih bagi kaum wanita. Apalagi perjuangan mendapatkan hak pilih bagi orang-orang kulit hitam jauh lebih keras, yang disebabkan perselisihan dari partai republik di belahan utara Amerika dan partai demokrat di belahan selatan Amerika.

Pemilihan Umum yang Demokratis

“…tujuan dari semua konstitusi politik adalah pertama untuk mendapatkan para penguasa, orang-orang yang memiliki kebijakan tertimggi umtuk melihat dengan jelas, dan yang paling baik untuk mengejar tujuan bersama masyarakat.” James Madison The Federalist, no. 57

Sebagus apa pun sebuah pemerintah dirancang, ia tidak bias dianggap demokratis kecuali para pejabat yang memimpin pemerintahan itu dipilih secara bebas oleh warga negara dalam cara yang terbuka dan jujur untuk semuanya. Pelaksanaan pemiihan bisa saja bervariasi, namun intisarinya tetap sama untuk semua masyarakat demokratis. Akses bagi semua warga negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan hak pilih, perlindungan bagi tiap individu terhadap pengaruh luar yang tak diinginkan saat memberikan suara, dan perhitungan yang jujur dan terbuka terhadap hasil pemungutan suara.

Mengingat pemungutan suara dalam skala besar selalu menjadi subyek kesalahan-kesalahan dan kecurangan, tindakan berjaga-jaga harus diambil untuk menghindari hal-hal yang merugikan tersebut sebanyak mungkin, sehingga jika ada masalah atau pemilihan yang selisih suara ketat maka bagaimanam pun hasilnya.

Jika dilihat dari sejarah demokrasinya, apa yang dicita-citakan oleh Abraham Lincoln belum sepenuhnya tercapai, karena pemilihan umum yang sudah terjadi di Amerika Serikat tidak dapat menjadi rujukan bagi Negara-negara yang menganut paham demokrasi.

Karena hak pilih yang dimiliki oleh warganya tidak dipergunakan dengan baik, mereka lebih cenderung untuk tidak memilih (golput) karena berbagai faktor dan alasan; tempat PEMILU jauh dari rumah dan kondisi lingkungan yang keras atau cuaca buruk, tidak ada calon yang sepadan satu sama lain sehingga tidak ada persaingan minim, dan ada yang mencabut hak suara bagi yang sedang menjalani hukuman.

*Mahasiswa HI Globalisasi 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s