Penciptaan Motif pada Isu Terorisme dan Separatisme

Oleh: Muhammad Ainani*

muhammad-ainaniPermasalahan terorisme dan separatisme dewasa ini selalu dikaitkan dengan kebebasan, HAM, dan kedaulatan. Dan yang paling sering kita dengar adalah bermotif agama atau panggilan suci (baca: jihad). Alasan-alasan tersebut seringkali menjadi syarat legal dalam melakukan aksi di lapangan. Sangatlah wajar bila akhirnya khalayak umum men-generalkan alasan-alasan tersebut sebagai alasan separatisme dan terorisme.

Ada satu teori dalam hubungan internasional yang dapat menjelaskan intrik dalam permasalahan ini, yaitu teori the English School. Teori ini memandang masalah separatisme dan terorisme dalam dua persepektif, yaitu pluralis dan solidaris. Pertama, perspektif pluralis. Perspektif ini berpendapat bahwa separatisme dan terorisme tidak boleh dilakukan dan tidak ada dasar kewenangannya sedikitpun. Menurut pandangan ini, order atau kemapanan harus tetap dijaga dan dijunjung tinggi. Kepentingan negara diatas segalanya. Kedua, perspektif solidaris. Perspektif ini menjunjung tinggi HAM, keadilan dan kebebasan. Rakyat yang menderita oleh rezim yang berkuasa menjadi alasan utama mengapa perspektif ini berpendapat bila tindakan separatisme dan terorisme sudah sepatutnya dilakukan.

Dalam memandang permasalahan seperti ini, kita harus menelusuri pada akar masalahnya secara mendalam. Isu HAM, kedaulatan, dan sebagainya bisa saja hanya dijadikan tameng untuk menutupi alasan sebenarnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada kenyataannya, aksi-aksi tersebut tidak pernah lepas dari namanya “kepentingan”. Tidak saja kepentingan-kepentingan lokal yang bermain didalamnya tetapi juga kepentingan asing yang tak kasat mata.

Terkait isu terorisme transnasional, dalam aksi teroris di kota Mumbai, India, paska serangan teroris ke Hotel Taj Mahal yang menewaskan ratusan orang dan mencederai banyak orang, terutama tamu mancanegara, pemerintah India tanpa basa-basi mengumumkan bahwa otak aksi teroris yang menyerang negaranya berasal dari negara-negara sekitar teluk India dan hanya Pakistan-lah yang memenuhi kriteria negara tetangga tersebut. Pemerintah India terkesan mencari kambing hitam dalam mencari dalang serangan aksi tersebut. Meskipun pada pengakuannya para teroris yang tertangkap itu mengaku berasal dari organisasi berembel-embel “Islam” yang mempunyai basis di Pakistan. Tetapi faktanya terdapat salah satu foto pelaku aksi teroris yang sempat tertangkap kamera wartawan memakai gelang suci khas umat Hindu India.

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa pencitraan motif dan alasan tindakan separatis atau teroris, baik yang bersifat nasional, transnasional, maupun internasional seringkali diciptakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau yang merasa mempunyai keterkaitan langsung dalam hal pertanggungjawaban hasil aksi tersebut, bukan pada penyelidikan yang mendalam dan komprehensif.

*Mahasiswa HI Dunia Islam 

One thought on “Penciptaan Motif pada Isu Terorisme dan Separatisme”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s