Seminar The Diplomatic Roles of States on Ruducting Carbon Emission

Seminar ini merupakan rangkaian acara Diplomatic Course 2010 , baca juga Simulasi Sidang KTT Perubahan Iklim .

Setiap orang merasakan semakin panasnya bumi. Kondisi cuaca cukup ekstrim. Di Indonesia, musim hujan dan musim kemarau berlangsung tidak menentu dan tidak sesuai siklus. Bukan hanya orang atau negara tertentu tertentu tertentu yang merasakan efek dari pemanasan global dan perubahan iklim tersebut. Namun hampir seluruh negara di belahan dunia merasakan dampak dari perubahan iklim.

Karena semua negera merasakan dampak perubahan iklim tersebut, saat ini masalah perubahan iklim dan lingkungan bukan hanya menjadi fokus ilmu pengetahuan dan para ilmuan saja. Permasalahan perubahan iklim atau climate change telah menjadi bahasan penting dalam forum politik internasional. Berbagai perjanjian dan konferensi Internasional yang membahas tentang perubahan iklim dan lingkungan seperti Protokol Kyoto, Bali Roadmap, dan yang terakhir Conference of the Parties (COP) 15 di Conpenhagen Denmark terus diadakan dan dihadiri oleh hampir semua kepala dan utusan negara di seluruh dunia.

Demikian disampaikan oleh Tri Tharyat, Ketua Kelompok Kerja Post Kyoto-2012 Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dalam seminar bertemakan The Diplomatic Roles of States on Ruducting Carbon Emission yang diselenggarakan oleh Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( KOMAHI-UMY ) di Kampus Terpadu UMY, Selasa (9/3/2010).

Dalam perundingan terakhir di Conpehagen, Denmark Desember 2009, menurut Tri terjadi kebuntuan dalam mencapai konsensus di antara negara –negara peserta yang memiliki kepentingan politik lingkungan tertentu, antara negara maju, negara industri baru, dan negara berkembang. “Dalam konferensi ini berlaku prinsip siapa yang memiliki kontribusi lebih dalam produksi gas emisi, maka ia juga harus membayar lebih, ”ungkapnya.

Perubahan iklim sejak pertengahan abad 20, 92-95%nya disebabkan oleh aktivitas manusia melalui pembangunan untuk memenuhi kebutuhan. Seperti meningkatnya penggunaan energi dari fosil seperti minyak, batu bara dll sebagai sumber energi untuk industrialisasi, transportasi dan sebagainya. Kemudian, penggundulan dan pembakaran hutan khususnya di Indonesia. “Di kalimantan, kerugian yang di dapat dari pembakaran hutan pada tahun 2006 berkisar US$ 91 juta,”ungkapnya.

Dampak dari perubahan iklim ini sangat fatal bagi keberlangsungan bumi, jika ditinjau dari beberapa aspek seperti pertanian akan mengakibatkan menurunnya hasil panen di banyak daerah karena siklus iklim yang tidak jelas khususnya di negara berkembang. Ekosistem juga rusak, ditandai dengan punahnya beberapa spesies mahluk hidup.” Mencairnya es di kutub utara dan selatan yang mengakibatkan naiknya volume permukaan air laut, berakibat fatal terhadap tenggelamnya pulau-pulau di dunia,”tandasnya.

Sedangkan Ahmad Ashov Birry, anggota Greenpeace yang juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut menyatakan bahwa dalam upaya penurunan emisi harusnya group negara-negara industri memiliki kewajiban yang mengikat secara legal untuk menurunkan karbon emisi setidaknya 40% hingga 2020. “Sedangkan negara berkembang harus melakukan mitigasi atau upaya melakukan berbagai tindakan preventif untuk meminimalisasi dampak negatif bencana yang akan terjadi,”tandasnya.

Materi Seminar oleh Tri Tharyat dan Materi dari Greenpeace oleh Ahmad Ashov Birry :

Presentasi tentang The Dynamics of Climate Negotiation: Politics and Legal Perspectives
Presentasi dari Greenpeace oleh Ahmad Ashov Birry
Video tentang Greenpeace dan Perjuangan Mereka

sumber : http://www.umy.ac.id/perubahan-iklim-bukan-hanya-fokus-ilmu-pengetahuan-namun-juga-politik.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s