KOMAHI UMY selenggarakan Pameran Reptil

Banyaknya masyarakat yang belum memahami dengan benar cara menghadapi hewan berbahaya menjadikan banyak hewan langka dibunuh begitu saja. Jika hal ini berlangsung lama, maka hewan – hewan tersebut pun akan semakin langka dan pada akhirnya justru mengganggu ekosistem di bumi. Oleh karenanya, masyarakat perlu mengetahui bagaimana cara menghadapi hewan berbahaya.

Untuk memfasilitasi mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat, dalam memberikan informasi bagaimana cara menghadapi hewan berbahaya tersebut, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAHI – UMY) menggelar kegiatan “Save Our Animal” di Kampus Terpadu UMY, Sabtu (20/3).

Menurut Ketua “Save Our Animal”, Yopi Deribsy Endoh, selama ini banyak dari masyarakat yang langsung saja membunuh hewan yang dianggap berbahaya dan mengganggu keselamatan jiwa mereka. Padahal hewan tersebut kemungkinan hewan langka dan dilindungi. Oleha karenanya, perlu pemahaman bagi masyarakat, dalam lingkup kecil ini adalah mahasiswa, dalam menghadapi hewan liar dan berbahaya secara bijak dan tidak mengganggu ekosistem di bumi,” terangnya.

Yopi menambahkan, selain memberikan pemahaman, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengenalkan lebih dekat hewan reptil yang selama ini dianggap berbahaya bagi manusia. Kegiatan tersebut diharapkan mampu lebih mengakrabkan mahasiswa dengan beragam jenis hewan reptil yang memang tergolong langka untuk dipelihara dan dianggap berbahaya.

“Selama ini masyarakat cenderung suka memelihara hewan seperti kucing maupun anjing misalnya. Padahal hewan reptil inipun bisa dipelihara asal mereka tahu bagaimana cara memelihara hewan – hewan tersebut. Untuk itu, kegiatan ini juga akan memberikan informasi bagi mahasiswa bagaimana sifat dan jenis beberapa hewan reptil sehingga nantinya mereka akan lebih paham bagaimana cara memelihara hewan sesuai dengan sifat dan jenisnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, selain beragam jenis ular, juga ditampilkan reptil lainnya seperti biawak, iguana, dan kura – kura. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan KINYX Jogya Reptile Community.

Sementara itu perwakilan dari KINYX Jogja Reptile, Ibeng memaparkan, jika ular hanya akan meyerang ketika dia merasa terancam nyawanya. “Untuk itu, jika masyarakat bertemu dengan ular maupun hewan lain jangan dibunuh tetapi dibiarkan saja atau ditangkap untuk dilepas. Jika takut untuk menangkap langsung, ular tersebut sebaiknya disingkirkan atau dijauhkan menggunakan alat yang tidak mengancam keselamatan ular tersebut, misalnya tongkat,” tandasnya.

sumber : http://www.umy.ac.id/komahi-umy-gelar-pameran-reptil.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s