MATAF Hubungan Internasional UMY 2010

Yogyakarta (29/07) – Dalam rangka memperkenalkan lingkungan kampus dan program studi kepada mahasiswa baru, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAHI UMY) mengadakan Masa Ta’aruf (MATAF) Program Studi Ilmu Hubungan Internasional pada 29 Juli 2010 di aula dasar Masjid KHA Dahlan UMY setelah sehari sebelumnya dilaksanakan Masa Ta’aruf FISIPOL UMY. “You Can be Whatever You Want with International Relations” menjadi tema yang diusung dalam kegiatan tahunan ini.

Sebanyak 104 mahasiswa HI dari berbagai daerah datang dan dibagi menjadi 7 kelompok profesi yaitu: kelompok diplomat, pengusaha, jurnalis, entertainer, aktivis LSM, peneliti dan politisi. Paradigma mahasiswa HI yang begitu identik dengan diplomat agaknya benar-benar ingin dihilangkan oleh KOMAHI UMY dalam kegiatan yang langsung dibuka oleh Sugeng Riyanto, S. IP, M. Si, Ketua Program Studi yang terakreditasi A sejak tahun 1998 ini. Dalam pidatonya, Sugeng menjelaskan bahwa lulusan HI UMY tidak hanya menjadi diplomat, beliau mencontohkan seorang lulusan HI UMY yang sekarang menjadi seorang jurnalis di Jakarta Post.

Pengenalan tentang perkuliahan HI UMY diberikan langsung oleh salah satu dosen HI UMY yaitu Bambang Wahyu Nugroho, S.IP. Dalam sesi tersebut diperkenalkan bagaimana kurikulum yang digunakan di HI UMY, mata kuliah yang disediakan hingga konsentrasi yang nantinya dapat diambil pada semester 5. Setelah itu, dilakukan pengenalan satu persatu dosen-dosen yang mengajar di HI UMY dan juga staf-staf tata usaha.

KOMAHI UMY juga menghadirkan 2 narasumber dari kalangan non-diplomat yang dinilai dapat menjelaskan maksud dari tema MATAF. Mereka adalah Indria Sastrotomo S.IP dan Husni Amriyanto S.IP, M.Si yang keduanya merupakan alumni HI UMY. Narasumber-narasumber tersebut diharapkan dapat merepresentasikan lulusan HI UMY yang dapat tampil sukses di kancah non-diplomat.
photo by: fariz abi karami

Kemampuan menganalisis masalah dinilai Indri merupakan salah satu nilai lebih lulusan HI di bidang yang ditekuninya yaitu dunia jurnalistik. Indri menjelaskan hal ini dengan mencontohkan dirinya sendiri yang saat ini bekerja sebagai reporter dan presenter Jogja TV. “Bahasa politik yang dipakai wartawan lulusan HI biasanya lebih berbobot. Mereka juga mampu menganalisis dengan lebih tajam”, tutur mahasiswa yang baru diwisuda 19 Juni lalu ini.

Senada dengan Indri, Husni mengungkapkan bahwa perkuliahan HI membentuk mahasiswa memliki pengetahuan yang luas meskipun secara general. Ilmu ini dapat dimanfaatkan sebagai hardskill namun harus diimbangi dengan softskill berupa praktek. Softskill tersebut disebutkan Wakil Rektor UMY ini dapat diraih salah satunya dengan berorganisasi. “Banyak lulusan yang punya IPK tinggi tapi waktu kerja justru bingung cara memimpin rapat” terang Dosen HI UMY yang memang pernah aktif berorganisasi di KOMAHI UMY.

Tour de HI UMY menjadi salah satu konten MATAF dengan mengajak mahasiswa baru mengunjungi faslilitas di UMY seperti Ruang Simulasi Sidang Internasional, Laboratorium HI, American Corner dan Iranian Corner. Presentasi mengenai profesi masing-masing delegasi oleh mahasiswa baru juga diagendakan sebelum MATAF tersebut ditutup. (Dyah/Fariz)

Liputan oleh: Dyah Eka Sari, Fariz Abi Karami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s