Dunia Islam dan Intervensi Asing

Belum ada perubahan yang berarti dalam politik dunia Islam. Secara garis besar, dunia Islam masih dalam cengkraman dominasi dan penjajahan Amerika Serikat dan sekutunya. Kuatnya penjajahan ini tidak bisa dilepaskan dari sikap penguasa negeri-negeri Islam yang mayoritas tunduk kepada Barat. Tidak heran apabila agenda politik luar negeri mereka sesungguhnya di-setting sesuai dengan versi Amerika Serikat (AS).

Dunia Islam masih menjadi objek penjajahan. Penjajahan dan intervensi asing di Irak, Palestina, Afghanistan, Pakistan, dan Sudan telah menimbulkan penderitaan yang tak terperikan dari umat di sana. Tangis dan darah kaum muslim masih terjadi di dunia Islam selama tahun 2008 akibat kebengisan penjajahan negara-negara kolonial.

Berbicara mengenai dunia islam, maka keterlibatan AS tidak bisa dilepaskan. terpilihnya Barack Obama sebagai presiden AS seakan memberikan harapan baru dalam konstelasi politik internasional. Namun harapan sepertinya tinggal harapan. Sebagai sebuah negara yang berbasis ideologi kapitalis, AS tidak akan banyak berubah. Obama seorang tidak bisa diharapkan bisa melakukan perubahan mendasar. AS adalah sebuah sistem dengan banyak institusi, kelompok penekan, kelompok lobi Yahudi, kelompok bisnis, kelompok media termasuk militer yang akan mempengaruhi kebijakan AS. Kebijakan AS bukanlah hanya seorang Obama.

Sudan sebuah negeri Islam yang kaya di Afrika terus diacak-acak oleh kekuatan negara-negara kolonial. Pada 14 Juli 2008 ketua jaksa penuntut Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court), Luis Moreno Ocampo, mengumumkan tuntutan kejahatan kepada presiden al-Bashir. Sejak konflik Darfur meletus, ICC adalah salah satu alat Eropa. Perancis lah dengan dukungan Inggris yang pada 31 Maret 2004, mendorong dibahasnya resolusi DK PBB nomor 1593 yang mengalihkan pengadilan penjahat perang di Darfur ke Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC).

Sementara AS menolak resolusi ini dan menginginkan agar pengadilan itu dilakukan di pengadilan khusus bermarkas di Arosha, Tanzania. Konflik di Sudan, baik konflik Sudan Selatan, konflik Darfur dan konflik Front Timur tidak lain adalah wujud dari pertarungan antara AS dan Eropa. Dan AS telah memenangi pertarungan itu di Selatan, memimpin Front Timur dan terus bersaing di Darfur.

Krisis Mumbai yang terjadi pada Rabu 26 November 2008 di India menjadi moment peneguhan perang melawan terorisme. Misteri siapa sebenarnya pelaku serangan ini belum terungkap. Yang perlu dicermati, krisis Mumbai digunakan untuk kepentingan negara-negara besar dalam agenda perang melawan terorisme. Apalagi Obama presiden terpilih AS secara terbuka mengatakan bahwa wilayah Pakistan, Afghanistan (yang berdekatan dengan India) akan menjadi front terdepan bagi AS untuk memerangi terorisme. Krisis Mumbai dijadikan negara Super Power itu untuk mengokohkan kepemimpinannya di wilayah itu atas nama perang melawan terorisme.

Sementara itu, kondisi di wilayah jalur Gaza semakin memanas. Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara keseluruh wilayah Gaza, Sabtu, 12 desember 2008, yang diklaimnya sebagai balasan atas serangan roket para pejuang Paletina ke wilayah Israel. Akibat bombardir itu, lebih dari seratus warga Palestina tewas.

Sebelumnya Israel telah memblokade jalur Gaza yang berakibat bencana kemanusiaan luar biasa. Anak-anak kekurangan suplay makanan yang bergizi, suplai energi yang terbatas dan pasien rumah sakitpun terancam keselamatannya, hingga bahaya kelaparan dan wabah penyakit.

Sementara AS juga akan tetap mempertahankan kebijakan belah bambu dan adu domba dengan mendukung Fatah, disisi lain memojokkan Hamas sebagai kelompok teroris. Penguasa Arab dan negeri Islam lainnya akan tetap diam tidak melakukan pembelaan nyata terhadap Palestina.

Walhasil apa yang terjadi sekarang di dunia Islam berpangkal pada satu hal, yaitu penjajahan negara-negara kapitalis terhadap negeri-negeri Islam. Hal ini diperteguh oleh penguasa negeri-negeri Islam yang korup dan berkhianat pada umat. Menyongsong tahun 2009 nanti, solusi terhadap masalah ini sesungguhnya adalah sangat jelas , yakni kembali menegakkan Khilafah Islam yang akan menerapkan syariah Islam, mempersatukan umat, dan melindungi umat dari kebuasan negara-negara penjajah.


Oleh: Syaiful Anam
Mahasiswa HI UMY Konsentrasi Dunia Islam Angkatan 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s