Mengenal Politik Kawasan Asia Pasifik

Bagi kalian mahasiswa HI sudah pasti sering mendengar kata “Asia” dan “Pasifik” atau “Asia Pasifik”. Asia Pasifik merupakan salah satu pilihan konsentrasi yang patut mendapatkan pertimbangan lebih bagi mahasiswa yang akan mengambil konsentrasi.

Secara geografis, Asia Pasifik adalah sebuah kawasan di benua asia dengan Samudera Pasifik di sebelah timur dan kawasan ini merupakan kawasan yang cukup besar dari kegiatan hubungan internasional antar negara sehingga sebagian besar peristiwa di tahun 2008 terjadi di Asia Pasifik. Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi di beberapa negara dan kawasan regional di Asia Pasifik.

Diantaranya; pada Pemilu di Rusia, Mei 2008, telah terpilih Dmitry Medvedev sebagai presiden Federasi Rusia menggantikan Vladimir Putin yang sudah dua periode menjabat. Kesempatan Putin untuk kembali menjadi Presiden ketiga kalinya berturut-turut dibatasi oleh konstitusi Rusia yang menyatakan bahwa apabila seorang presiden sudah terpilih dua kali berturut-turut maka tidak boleh dipilih lagi.

Berkat Putin, Rusia kini telah menjadi salah satu negara super power dengan kekuatan militernya. Terbukti Rusia tampil percaya diri dalam konflik Rusia-Georgia pada Agustus di Ossetia Selatan. Ossetia Selatan adalah salah satu provinsi di Georgia dan merupakan wilayah perbatasan Georgia-Rusia. Sebagian besar penduduk ossetia memiliki paspor Rusia, penghasilannya bergantung pada sumber daya di Rusia dan kebudayaan penduduk Ossetia lebih cenderung ke Rusia.

Melalui perang tahun 1991-1992, Ossetia Selatan melakukan pemberontakan separatisme sehingga terjadi serangan militer Georgia di Ossetian. Kemerdekaan Ossetia secara de facto diakui oleh Rusia. Rusia ikut menempatkan tentaranya di Ossetia pada 8 Agustus 2008 dengan tujuan menciptakan perdamaian dan melindungi warga negara Rusia yang ada di Ossetia.

Tahun 2008 dapat menjadi sebuah sejarah bagi Rusia-Georgia dimana akibat dari perang Rusia-Georgia, hubungan diplomatik kedua negara tersebut putus. Hal tersebut ditandai dengan ditutupnya Kedubes Georgia di Moskow kemudian dilanjut dengan ditutupnya Kedubes Rusia di Tbilisi, Georgia. Namun meskipun begitu masih memiliki hubungan tingkat konsuler untuk keperluan warga negara Rusia yang ada di Georgia.

Bagi kawasan Asia, tahun 2008 dijadikan sebagai tahun perjalanan menuju Masa Asia Timur atau East Asia Community di abad 21. EAC akan menjadi blok regional yang besar dan menjanjikan antara Asia Tenggara dan Asia Timur Jauh. Masing-masing memiliki keunggulan, Asia Tenggara merupakan pasar konsumsi untuk 540 juta jiwa, SDA yang kaya dan tenaga kerja yang terampil, sedangkan Asia Timur dengan modal dan teknologinya.

Konsep wilayah Asia Timur pertama kali dilahirkan oleh mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dr. M. Mahathir yang kemudian berkembang dengan tambahan konsep lebih luas setelah di ikuti oleh Australia, Selandia Baru dan India dalam bentuk EAS (East Asia Summit) di Kuala Lumpur, 14 Desember 2005.

Asia Tenggara mencatat peristiwa penting di beberapa negara pada tahun 2008 ini. Dalam kurun waktu satu tahun, Thailand telah memiliki empat PM dengan tiga kali pergantian PM: Surayud Chulanont (1 Oktober 2007 hingga 29 Januari 2008), Samak Sundaravej (29 Januari 2008 hingga 9 September 2008), Somachi Wangsawat (10 September 2008 hingga Desember 2008), dan Abhisit Vejjajiva pada pemilihan PM yang dilakukan oleh parlemen.

Sedangkan Myanmar masih dikuasai Junta Militer dengan pimpinan Jenderal Than Shwe. Tercatat 46 tahun sudah Junta Militer berkuasa di Myanmar. Sebagai utusan PBB, Ibrahim Gambari tengah berusaha mencapai negosiasi antara pihak Junta dengan pihak oposisi, Aung Sang Suu Kyi untuk memperoleh solusi terbaik. Masih sangat sulit demokratis di Myanmar tercipta jika Junta militer masih memegang kekuasaan secara otoriter.

Bagi Australia, catatan terpenting di tahun 2008 masih mengenai Republicanism in Australia, yaitu sebuah pergerakan yang menginginkan perubahan status Australia dari Monarki Konstitusi menjadi sebuah negara Republik.

Gerakan ini diketuai oleh Malcom Turnbull. Melalui referendum proposal tahun 1999, bentuk republik yang di inginkan adalah mengganti Ratu dan Gubernur Jenderal dengan seorang presiden yang berstatus President of Commonwealth of Australia yang terpilih paling tidak 2/3 suara parlemen.

Namun keinginan gerakan republicanism di tentang oleh Australian Nationalism yang tetap menginginkan status monarki konstitusi dengan adanya Ratu dan Gubernur Jenderal karena mereka merasa dengan status sekarang, Australia sudah menjadi negara mapan dalam bidang ekonomi dan politik di mata internasional.

Sedangkan di bagian timur samudera Pasifik, salah satu negara di Amerika Latin atau Amerika Selatan tengah terjadi Revolusi Bolivarian, tepatnya di Venezuela. Pemerintahan Venezuela yang dipimpin oleh Hugo Chavez menasionalisasi aset-aset ekonomi, mengendalikan industri, melunasi hutang luar negeri dan memutuskan hubungan dengan IMF.

Melalui Revolusi Bolivarian Venezuela telah menjadi simbol masyarakat sosialis abad ke-21 yang kini telah mempunyai partai Revolusioner dan Sosialis. Apabila Venezuela berhasil dengan Sosialismenya, hal ini akan menumbangkan tesis Francis Fukuyama, “The End of History and the Last Man” dimana komunisme telah mati dan kapitalisme serta demokrasi liberal berjaya sebagai hasil dari Perang Dingin.

Nah, demikian sekilas tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di kawasan Asia Pasifik. Cukup menarik bukan untuk memperdalam dan menguasai politik di kawasan Asia Pasifik?


Oleh: Utami Septi Dewi
Mahasiswi Hubungan Internasional UMY Konsentrasi Asia Pasifik Angkatan 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s