PBB : Ikon Keadilan Dunia ?

Tragedi pembantaian Israel terhadap rakyat Palestina terus terjadi di depan mata. Kebiadaban Israel berangsur-angsur mencapai titik maksimal. Dari puluhan tahun yang lalu saat awal pencaplokan tanah Palestina terjadi sampai saat ini, ratusan, ribuan bahkan puluhan ribu nyawa rakyat palestina melayang. Berbagai upaya pencegahan konflik telah di upayakan dari perundingan damai sampai gencatan senjata seolah hanya menjadi formalitas program kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk lima tahun kedepan.

Masih hangat ditelinga kita serangan membabi buta Zionisme Israel ke jalur Gaza pada awal Januari yang lalu. Menghasilkan sekitar 1500-an korban jiwa dari rakyat Palestina yang jumlah tersebut di dominasi oleh perempuan dan anak-anak. Israel hanya menganggap PBB dan seluruh masyarakat Internasional sebagai kumpulan orang yang bisu yang kata-katanya tidak perlu didengarkan atau memang Israel di isi oleh sekumpulan orang-orang yang tuli.

Kita tahu bersama bahwa pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel telah sedemikian banyaknya. Sikap arogan Israel telah melampaui batas aturan-aturan yang diciptakan bersama lewat sebuah organisasi Internasional yaitu PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Pembantaian rakyat sipil dengan kedok pencarian anggota Hamas, pelanggaran Hak Azasi Manusia dengan penghancuran sarana prasarana medis serta penggunaan senjata -senjata pemusnah masal (The Mass Destruction Weapon) merupakan pelanggaran berat hukum Internasional. Hal ini belum lagi ditambah kesemena-menaan Israel dengan mengancurkan sarana PBB yang menunjukkan bahwa Israel sudah tidak menghormati PBB sebagai Organisasi Internasional tertinggi.

Namun dari itu semua, apa yang kita perbuat, apa yang PBB perbuat, apa yang pemimpin Masyarakat Dunia perbuat. Semua hanya berbicara dan berdebat tanpa ada solusi yang nyata sehingga menjadikan Israel tetap berdiri angkuh dan korban terus berjatuhan seiring suara-suara sumbang dewan keamanan PBB. Penulis tidak bermaksud berkata bahwa kita tidak sama sekali berbuat, namun penulis ingin mengatakan bahwa kita semua terduduk bisu melihat kenyataan ini.

Sudah saatnya kita membuka mata rasional kita. Dilihat dari sudut pandang apapun jelas bahwa Zionisme Israel penjahat perang, Zionisme Israel musuh dunia, dan Israel harus mendapatkan konsekuensi dari hukum Internasional. Kita tidak dapat berharap banyak lagi pada PBB yang memang jelas didominasi oleh Amerika Serikat dan sudah saatnya kita tidak lagi membutuhkan Polisi Dunia yang malah menjadi Mafia Dunia.

Keadilan di dunia telah semakin merosot. Keadilan yang kita harapkan bersama tanpa melihat siapa kita sudah semakin menghilang. Resolusi-resolusi dari Dewan Keamanan PBB hanya menjadi pemicu segerombolan arteleri. Aturan-aturannya boleh dilanggar mereka-mereka yang punya kekuasaan, dan hasil kesepakatan berujung pada kepentingan mereka-mereka yang berjabat tangan. Ini bukan lagi masalah regional Timur Tengah, ini bukan lagi masalah antara Israel-Palestina, tapi ini telah menjadi masalah bagi dunia.

PBB saat ini hanya milik sebagian masyarakat dunia bukan sebagian yang lainnya. Dalam perjalanannya, PBB condong menginduk negara-negara yang menjadi investor terbesar, dan kalau sudah seperti ini bagaimana nasib negara-negara dunia ke-tiga?

Dalam hal solidaritas Negara-negara Islam yang menjadi prioritas harapan masyarakat Internasional untuk mendesak Israel mengakui kesalahan, penulis selalu bertanya apa yang sebenarnya ada dalam benak pikiran penguasa-penguasa arab tersebut, apa yang terbesit dalam segumpal daging dalam tubuh mereka, dan apa yang menjadikan mereka tidak berbuat apa yang seharusnya mereka perbuat.

Apakah memang OKI (Organisasi Konferensi Islam) seolah bukan solusi? Apakah memang OKI hanya kumpulan orang-orang yang memperkaya diri dengan berbondong-bondong membeli klub-klub Liga Premier Inggris seperti Manchester City? Atau mereka-mereka terlalu takut untuk lepas dari sebuah hegemoni. Kesepakatan yang terjalin hanya didasarkan pada kepentingan namun bukan pada kemaslahatan. Apakah itu semua alasan kenapa OKI dibentuk?

Kenapa kita tidak bercermin pada saudara-saudara kita di lingkaran Bolivarian. Kita kenal mereka-mereka yang berani bersuara lantang menentang hegemoni Amerika Serikat. Kita tahu siapa Hugo Caves yang berani mengusir Amerika dari tanahnya. Kita mungkin tahu seberapa besar perjuangan Che Guevara, Fidel Castro, Evo Morales dsb, yang menginginkan sebuah keadilan.

Pada akhirnya, tindakan PBB mengupayakan berbagai usaha paska konflik dengan merekontruksi sarana-prasarana, distribusi bantuan kemanusiaan secara besar-besaran dan lain sebagainya adalah hal yang memang perlu menjadi prioritas utama. Namun hal yang jangan sampai dilupakan adalah mengusut tuntas berbagai bentuk pelanggaran yang telah dilakukan Israel sebagai bentuk kejahatan perang. Karena apabila Israel tidak mendapatkan sanksi yang sesuai maka tidak ada yang bisa disalahkan apanila perlawanan terus terjadi akibat dari sebuah kekecewaan.


Oleh : Zulfikar Alamsyah
Mahasiswa HI UMY Konsentrasi Dunia Islam Angkatan 2006 (Ketua Umum KOMAHI UMY 2008/2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s