Sosok Diplomat Handal : Ali Alatas

“Diplomasi itu seperti bermain kartu. Jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan jatuhkan kartu itu satu per satu”Ali Alatas

Siapa tak mengenal Ali Alatas. Dia adalah salah satu diplomat handal milik Indonesia. Menjabat Menteri Luar Negeri (1987-1999) dalam empat kabinet dan pernah dinominasikan menjadi Sekjen PBB oleh sejumlah negara Asia pada 1996, suatu bukti kehandalannya mewakili Indonesia di berbagai meja perundingan dan jalur diplomatik. Selama dua dasawarsa lebih, Alex (nama panggilannya) memperlihatkan kelas tersendiri sebagai diplomat. Bahkan pada usia senjanya, ia masih mengemban tugas sebagai Penasihat Presiden untuk Urusan Luar Negeri (2001-2004). Maka tak salah bila ia dijuluki “Singa Tua Diplomat Indonesia”.

Kisah hidupnya adalah diplomasi, meskipun di masa kecil, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini bercita-cita menjadi pengacara. Setelah Ali Alatas lulus dari Universitas Indonesia pada tahun1956 dan setelah menikah, dia pun mengangkat koper ke Bangkok, mengawali tugas diplomatiknya yang pertama sebagai Sekretaris Kedua di Kedutaan Besar RI di Bangkok (1956-1960). Selama dua dasawarsa lebih Ali Alatas memperlihatkan kelas tersendiri sebagai diplomat.

Meniti karier sebagai diplomat sejak berusia 22 tahun, peran Alex tercetak dengan huruf tebal dalam catatan sejarah diplomasi Indonesia untuk Timor Timur. Kenyang menelan kritik dari pihak Barat yang menuding masuknya wilayah tersebut ke Indonesia sebagai buah dari sebuah invasi, Ali dan para koleganya berupaya keras melakukan berbagai upaya diplomasi untuk mengubah citra buruk tersebut. “Diplomasi itu seperti bermain kartu. Jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan jatuhkan kartu itu satu per satu”

Saat menjabat Wakil Tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ia harus menghadapi berbagai kritikan mengenai masalah Timor Timur. Apalagi saat pecah insiden Santa Cruz yang menewaskan puluhan orang pada 12 November 1991, ia cekatan untuk meredam kemarahan dunia. Namun semua perjuangannya menjadi sia-sia seketika, manakala Presiden BJ Habibie memberikan referendum dengan opsi merdeka atau otonomi, tanpa berkonsultasi dengannya.

Maka tak heran, matanya berkaca-kaca beberapa saat setelah referendum. Timor Timur lepas dari pangkuan ibu pertiwi dan yang lebih memilukan, Timor Loro Sa’e itu rusuh dan hangus dilalap api.

Ali Alatas juga sempat menjadi saksi kasus pelanggaran HAM di Timor Timur yang menyeret petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal (Purnawirawan) Wiranto, di Pengadilan Ad Hoc Hak Asasi Manusia di Jakarta Pusat pada Maret 2003.

Ia mengakhiri karir diplomatnya dengan posisi yang tidak kalah prestisius: sebagai Menteri Luar Negeri. Jabatan itu ia pegang dari masa Soeharto hingga pensiun di era Habibie. Tatkala menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) pada 1987, ia bukan cuma menjadi orang terdepan dalam negosiasi nasib mantan provinsi termuda RI itu dengan pihak luar. Menlu empat kabinet (1987-1999) ini adalah orang pertama pula yang ditekan PBB dan dunia internasional setiap Timor Loro Sa’e dibicarakan di forum resmi dunia.

Kapan lagi Indonesia akan memiliki diplomat sehebat Pak Alex ini?

BIOGRAFI ALI ALATAS

Nama : Ali Alatas
Lahir  : Jakarta, 4 November 1932
Meninggal : Singapura, 11 Desember 2008
Agama : Islam
Jabatan Terakhir : Penasehat Presiden Urusan Luar Negeri 2001-2004

Pendidikan :
Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1956
Akademi Dinas Luar Negeri, 1956

Karir :
Korektor Harian Niewsgierf (1952-1952)
Redaktur Kantor Berita Aneta (1953-1954)
Sekretaris II Kedutaan Besar RI di Bangkok (1956-1960)
Direktur Penerangan dan Hubungan Kebudayaan Departemen Luar Negeri (1965-1966)
Konselor Kedutaan Besar RI di Washington (1966-1970)
Direktur Penerangan Kebudayaan (1970-1972)
Sekretaris Direktorat Jenderal Politik Departemen Luar Negeri (1972-1975)
Staf Ali dan Kepala Sekretaris Pribadi Menteri Luar Negeri (1975-1976)
Wakil Tetap RI di PBB, Jenewa (1976-1978)
Sekretaris Wakil Presiden (1978-1982)
Wakil Tetap Indonesia di PBB, New York (1983-1987)
Menteri Luar Negeri (1987-1999)
Penasihat Presiden untuk Urusan Luar Negeri (2001-2004)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s