Greenpeace Desak Moratorium Konversi Hutan Indonesia

JAKARTA, IRs News – Greenpeace menyerukan kepada Presiden Yudhoyono untuk segera mengimplementasikan moratorium (penghentian sementara) konversi hutan guna menjamin perlindungan hutan Indonesia tersisa dengan memastikan transparansi, tatakelola pemerintahan yang baik, penegakan hukum, dan melibatkan peran serta masyarakat lokal.

2010 merupakan tahun bersejarah bagi upaya perlindungan hutan yang masih tersisa di Indonesia menyusul pernyataan Presiden Yudhoyono mengenai moratorium dua tahun yang rencananya akan segera diimplementasikan mulai 1 Januari 2010 ini.

Meski demikian, implementasi ini masih tertunda dan perusakan hutan hingga saat ini masih berlangsung. Moratorium adalah langkah awal penting dalam rangka perjanjian dana perlindungan hutan senilai US$ 1 Miliar dari Norwegia.

“2011 bisa menjadi tahun penting bagi hutan Indonesia dan upaya global penanggulangan bencana perubahan iklim, tetapi komitmen yang sudah dilontarkan Presiden tertunda oleh kepentingan-kepentingan lain di dalam pemerintahannya,” ujar Joko Arif, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara dalam keterangan pers yang dikirim kepada Okezone di Jakarta, Jumat (7/1/2011).

“Upaya besar dilakukan oleh industri dan rekannya di dalam pemerintahan untuk menunda implementasi moratorium. Presiden harus menangkal upaya ini dan memastikan pemerintah Indonesia melakukan segala kemungkinan terbaik yang telah direkomendasikan oleh masyarakat sipil, seperti yang telah termaktub dalam kesepakatan Norwegia,” imbuhnya.

Norwegia dan Indonesia telah menyepakati dan merancang rencana yang berpotensi untuk menjadi contoh baik upaya penurunan emisi gas rumah kaca di masa mendatang, dengan melindungi hutan alam Indonesia dan lahan gambut kaya karbon.

Ini akan menjadi aksi nyata REDD, dan jika aturannya benar dan dijalankan, maka akan sangat bermanfaat bagi upaya PBB dalam mengurangi emisi dari sektor kehutanan.
Salah satu elemen mendasar dari perjanjian ini sangat menimbulkan harapan, seperti fokus kepada pengurangan emisi tambahan, yang artinya pengurangan emisi ini tidak akan menjadi offset polusi di bagian lain di dunia; moratorium pada konsesi baru untuk agrikulture; proses yang transparan; dan sistem monitoring independen terhadap level reduksi nasional.

“Hanya saja, moratorium belum memasukkan jutaan hektar hutan yang sudah diberikan izin tebangnya. Selain itu, seperti yang kami tunjukkan dalam laporan Greenpeace terbaru “ “REDD Alert: Protection Money”, perjannjian ini menghadapi resiko besar akibat upaya industri untuk menempatkan diri dalam posisi penerima dana REDD,” tegas Yuyun Indradi, Jurukampanye Politik Greenpeace Asia Tenggara.

“Di Indonesia, ada juga tekanan untuk mereklasifikasi definisi hutan dalam rangka membelokkan uang yang sedianya guna perlindungan hutan menjadi dana bagi praktek yang merusak.,” menurutnya.
“Pemerintah harus menyelesaikan pekerjaan rumah ini guna memastikan moratorium bisa benar-benar menyelamatkan hutan. Pemerintah harus sepakat dalam lingkup moratorium, definisi hutan, dan mengkaji izin yang telah ada di kawasan hutan alam dan lahan gambut,” lanjut Yuyun.

“Indonesia tidak bisa kehilangan kesempatan emas untuk menyelamatkan hutan yang masih tersisanya ini, karena nasib jutaan rakyat yang menggantungkan hidupnya pada hutan menjadi taruhannya, dan iklim tak bisa menunggu,” papar Yuyun.

“Jika pemerintah bisa menyediakan transparansi, tatakelola pemerintahan yang baik, penegakkan hukum dan mengakomodasi keterlibatan masyarakat lokal dan kelompok masyarakat sipil, kami masih optimistis bahwa 2011 akan menjadi tahun yang sangat berharga bagi penyelamatan hutan di Indonesia,” Yuyun menutup percakapan.

Jum’at, 7 Januari 2011 – 20:08 wib
sumber : http://international.okezone.com/read/2011/01/07/18/411609/greenpeace-ingin-sby-implementasikan-moratorium-konversi-hutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s