Seminar Nasional Peran MNC di Indonesia

Dalam Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasonal se-Indonesia (PNMHII) XXII Universtias Nasional, 21-25 November 2010 lalu, nilai-nilai yang diharapkan mampu memperbesar intelektulaitas benar-benar diaplikasikan. Pengaplikasian tersebut dilakukan dengan merencanakan rangkaian acara yang berbobot.

Selain Workshop Kesetaraan Gender , salah satu yang disuguhkan oleh Universitas Nasional kepada seluruh delegasi di PNMHII ialah Seminar Nasional “Peranan Multi National Corporation (MNC)”, Sabtu pagi (23/11).

Bertindak sebagai pengampu dalam acara ini Dr. Makmur Keliat, Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia yang juga merupakan seorang pengamat MNC. Makmur membawakan presentasi mengenai Lingkungan Hidup, Hubungan Antar Negara dan MNC. Pembicara juga meyakinkan bahwa setiap negara harus menciptakan kesejahteraan dan keamanan bagi warga negara.

Dua hal tersebut merupakan penentu atau indikator bagi keberlangsungannya negara yang sehat dan baik. Dalam menciptakan keamanan juga dibutuhkan keseriusan dalam menciptakan kesejahteraan. Itulah mengapa MNC bisa menjadi salah satu sumber penciptaan kesejahteraan dalam sebuah negara. Pembicara membawa pandangan orang liberal mengenai manfaat MNC yakni:

1. Modal yang kuat
2. Pertukaran ilmu pengetahuan
3. Pengaturan usaha yang handal
4. Penyediaan lapangan pekerjaan

Namun dibalik itu, MNC juga menciptakan masalah-masalah baru. Pembicara mengungkapkan bahwa dengan padatnya dan besarnya modal mereka terkadang membuat penyelenggara negara minder atau bahkan disetir oleh MNC tersebut hingga regulasi dan peraturan-peraturan berpihak pada MNC.

Bagi pembicara hal ini dapat diatasi dengan pengawasan dan pelaksanaan yang baik dari MNC dan penyelenggara negara. Pembicara pertama ini menutup presentasinya dengan kalimat “Power can corrupt, absolutely power can corrupt absolutely”.

Acara seminar ini berlanjut dnegan membahas secara detail kekuatan MNC terhadap kebijakan dan peraturan negara. Kasus-kasus diungkap secara jelas oleh pembicara kedua , mengenai aksi sebuah MNC berupaya besar dalam penggulingan seorang presiden.

Kasus-kasus yang dicontohkan oleh pembicara kedua , contohnya kasus Gerber Food yang bermanuver di Guatemala, kasus Nestle di tahun 70-an yang berurusan dengan negara di Eropa barat. Juga kasus United Fruit Company yang menghadiahkan direktur CIA saham sebesar 30 persen. Intinya, kekuatan MNC perlu ditengarai sebagai bahaya laten yang menggerogoti kekuatan penyelenggara negara.(Ichsan/Fariz)

Mochammad Ichsan
Mahasiswa Hubungan Internasional UMY 2010, anggota Delegasi PNMHII XXII UNAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s