Kondisi Mesir Terkini : Hosni Mubarak Pantang Mundur

Protes dan aksi telah mewarnai Mesir sejak akhir Januari 2011 , aksi ini dilakukan untuk merevolusi pemerintahan Hosni Mubarak yang telah berdiri selama 30 tahun . Berbagai cara telah dilakukan aparat keamanan dan Militer Mesir untuk menghalau aksi protes ini . Namun , apadaya jumlah aparat sangat jauh banyak dibandingkan para demonstran .

Tuntutan para demonstran hanya satu yakni untuk melengserkan Hosni Mubarak dari posisi Presiden Mesir . Pasalnya gejolak ini dipicu sebagai akibat dari aksi protes di Tunisia dan mengakibatkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali yang kabur ke Arab .

Hingga saat ini gelombang aksi unjuk rasa masih bergejolak , bahkan ratusan korban dan ribuan cedera dalam aksi demonstrasi yang menyebar ke kota – kota lain di Mesir . Pada tanggal 1 Februari 2011 , Hosni Mubarak menyampaikan pidato yang menyatakan bahwa dirinya tidak akan ikut pada Pemilihan yang diadakan pada bulan September 2011 .

Namun sayangnya pidato Mubarak tersebut tidak membuat reda gejolak politik di Mesir , malah gelombang protes tersebut semakin besar dengan massa yang bertambah yang menginginkan Mubarak mundur dari jabatannya .

Berbagai kepala Negara turut mendesak Mubarak untuk mundur dari jabatannya , tindakan kepala negara ini dipicu karena stabilitas ekonomi yang semakin bergejolak pula . Harga minyak dunia mulai merangkak naik ke kisaran tertinggi . Tentunya minyak merupakan komoditas utama di setiap negara tanpa terkecuali , hal ini juga yang meresahkan sekarang ini .

Amerika sebagai negara adikuasa pun turun tangan menangani permasalahan di Mesir ini , pihak Amerika melakukan lobby dengan pemerintah Mesir mengenai penanganan yang tepat untuk meredam pergolakan massa . Namun cara – cara yang ditempuh tidak menggoyahkan keinginan Hosni Mubarak untuk mundur.

Akibat aksi protes warga Mesir yang tak kunjung berhenti , bahkan kini cenderung anarki . Berbagai Negara pun memutuskan untuk memulangkan warga negaranya dari Mesir , melalui berbagai jalur evakuasi . Tak terkecuali Indonesia yang mempunyai sekitar 6000 WNI yang berdomisili di Mesir . Kondisi ini tentunya melemahkan posisi Mesir dimata negara lainnya .

Hosni Mubarak pun sempat menyatakan kesediaannya untuk mundur saat wawancara dengan wartawan ABC News dari AS Christin Amanpour . Dalam wawancaranya Mubarak mengaku “sangat sedih” dengan aksi kekerasan yang semakin tidak terkendali di Mesir dan tidak ingin lagi melihat rakyatnya terlibat dalam pertikaian.

Hingga saat ini para demonstran masih berkumpul di Tahrir Square untuk tetap menuntut Hosni Mubarak mundur dari jabatannya , dan juga kini sudah memasuki minggu kedua aksi protes ini dilakukan . Sebegitu besarkah keinginan rakyat Mesir untuk revolusi ? Nantikan pembahasan lebih menarik di IRN Buletin Edisi Februari 2011 . (fikar)

Tulisan ini telah dimuat pada SpontaNews terbit pada 08 Februari 2011 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s