Mengamati Pola Pergerakan Revolusi di Timur Tengah dengan Sharing Diskusi

Timur Tengah kini sedang dilanda dengan krisis Politik , dimana di beberapa negara Arab ( Timur Tengah ) sedang mengalami gejolak . Seperti Tunisia , Mesir , Yaman , Aljazair , dan lainnya . Maka dari itu dari Divisi Pengembangan Wacana KOMAHI UMY memfasilitasi untuk mengadakan diskusi ringan dengan tema “Dampak runtuhnya rezim diktator Tunisia, Zine Al-Abidine Ben Ali, terhadap Mesir, Yaman dan negara Arab lainnya”.

Diskusi ini dilaksanakan pada hari Kamis (10/2/2011) pukul. 15.30 WIB yang bertempat di Lantai Dasar Mesjid KH. Ahmad Dahlan . Dalam diskusi ini sebagai presentator yakni Alfira Nasution yang juga mahasiswa HI UMY 2008 konsentrasi Dunia Islam . Dengan moderator yang mendampingi Febri Diniawati .

Peserta yang hadir pada Diskusi ini mencapai 20 orang , dan juga dalam diskusi ini dibagikan materi singkat untuk memberikan gambaran mengenai kondisi negara Arab sekarang ini . Dalam diskusi dibahas alasan yang kiranya menjadi penyebab revolusi di Tunisia , faktanya Tunisia (Ben Ali) bersifat sekularis dalam urusan pemerintahan dan mengelola negaranya .

Dimana kebijakan yang dikeluarkan cenderung memisahkan antara Agama dan urusan Kenegaraan . Padahal hal tersebut yang penting , dimana Agama berperan penting sebagai kontrol kebijakan pemerintah . Seperti yang kita tahu Tunisia mayoritas beragama Islam , namun dalam sistem kenegaraannya tidak menerapkan Islam secara benar .

Hal ini merupakan hal vital dalam pengelolaan suatu negara , dimana apabila kita menginginkan sebuah kondisi yang kondusif dalam pemerintahan perlunya pembiasan penanaman nilai – nilai agama dalam praktik bernegara .

Siddiq , amanah , fatonah , dan tabligh adalah empat ciri pemimpin yang amat penting diperhatikan oleh pemimpin maupun calon pemimpin . Keempat hal ini mencirikan kepemimpinan pada zaman khalifah terdahulu yang mencerminkan pola kepemimpinan yang ideal.

Semakin merebaknya praktik sekularisme kini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemuka Agama bukan saja Islam , agama – agama yang lainpun harus mengagalkan upaya tersebut untuk memberikan kontrol terhadap kekuasaan yang tidak didasari oleh Agama yang notabene merupakan hal terpenting dalam kepemimpinan .

Hal diataslah merupakan segelintir pembahasan yang dibicarakan pada diskusi tentang revolusi di Timur Tengah . Dari sini dapat dilihat bahwa pengamatan terhadap tingkah pola suatu negara , dapat diamati dari sharing maupun diskusi seperti ini .

Pada akhir diskusi , Alfira menyampaikan tiga poin penting yang perlu digarisbawahi dalam pola pergerakan revolusi di Timur Tengah :

1. Revolusi bisa terhadi dimana saja dan kapan saja .
2. Kebanyakan revolusi terjadi karena rakyat tidak sejahtera.
3. Revolusi menginginkan perombakan sistem bukan pergantian kepemimpinan.

Semoga dengan diadakannya diskusi ini dapat meningkatkan pemahaman kita sebagai mahasiswa HI untuk lebih mengenal gejolak yang terjadi di negara lain . Hal ini dimaksudkan agar kedepannya sebagai calon pemimpin dapat lebih bijak dalam memimpin dan dapat mengerti keinginan rakyat.(fikar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s