Tahun Kelinci = Tahun Perdamaian

Kalender penanggalan China memulai tahun barunya terhitung 3 Februari 2011 ini. Setelah di tahun yang lalu adalah tahunnya Macan Logam, maka di tahun yang baru nanti adalah Kelinci Logam/Besi.

Menurut kepercayaan China, Kelinci memiliki sifat yang paling baik dan beruntung diantara 12 simbol binatang yang ada dalam zodiak China. Kelinci di dalam mitologi China melambangkan umur panjang dan dipercaya mendapatkan intisari hidupnya dari bulan. Dikatakan pula bahwa kelinci melambangkan kedamaian, keramah-tamahan, kesopanan, nasehat yang baik, dan sensitif terhadap keindahan. Selain itu, bagi individu yang lahir pada tahun kelinci dipercaya juga memiliki kelembutan dalam berbicara, tangkas, serta luwes dalam bersikap.

Berdasarkan sifat-sifat tersebut, masyarakat China juga percaya bahwa orang-orang yang lahir di bawah lambang kelinci kelak berpotensi menjadi diplomat ataupun politikus handal.

Di luar harapan – harapan populer lainnya, banyak orang juga berharap bahwa Tahun Kelinci nanti adalah tahun yang penuh harapan akan perdamaian dan ketentraman, terutama dalam menyangkut isu-isu global dalam konteks Hubungan Internasional, bisa lebih dikaitkan dengan isu-isu politik di kancah internasional.

Berbicara masalah perdamaian dan ketentraman, maka banyak masyarakat dunia yang mengharapkan kedua hal tersebut untuk tercapai di Tahun Kelinci ini. Berbagai konflik kekerasan memang sudah mewarnai kehidupan masyarakat dunia sejak lama. Lihat saja konflik antara bangsa Palestina dengan Zionis-Israel di Tanah Terjanji yang sampai saat ini belum berakhir sejak Israel berdiri pada 1948.

Di benua Afrika,seperti Somalia, Sudan, Sierra Leone merupakan beberapa potret negara yang telah mengalami penderitaan yang sangat lama akibat perang saudara yang terjadi di sana. Belum lagi kekerasan yang baru-baru ini terjadi seperti krisis kekuasaan di Pantai Gading, Tunisia dan yang terbaru dan mungkin akan bernasib sama dengan kedua negara sebelumnya; Mesir.

Di Eropa, Bangsa Basque dan Catalan di Spanyol yang selalu berjuang menuntut kemerdekaan mereka, walaupun kebanyakan perjuangan mereka hanya bisa mereka simbolkan secara terang-terangan melalui klub sepakbola kebanggaan mereka, Athletic Bilbao dan Barcelona CF. Belum lagi konflik etnis di Balkan.

Di Rusia: Dagestan, Chechnya adalah contoh nyata konflik kekerasan yang masih dan kelihatannya akan terus berlangsung. Di benua Amerika, hubungan antara kartel narkoba dan pihak keamanan yang berwenang di perbatasan AS-Meksiko dan di dalam Meksiko sendiri sudah mencapai tahap ‘perang’. Di Amerika Selatan, ada pemberontak FARC di Kolombia yang setiap saat dapat meneror pemerintah dan masyarakat.

Di benua Asia, selain konflik Palestina-Israel, masih ada Tibet, Xinjiang, Thailand Selatan, Filipina Selatan, Konflik dua-Korea, Afghanistan, Irak, Kashmir dan sebagainya. Bahkan di Indonesia, konflik kekerasan setiap saat bisa muncul jika ada pemicu yang tepat, terutama yang berkaitan dengan suku, agama, dan ras (SARA).

Jika dihitung, saat ini konflik kekerasan di berbagai belahan dunia ternyata sangat banyak jumlahnya, dengan berbagai alasan, kepentingan dan tujuannya masing-masing. Kerinduan akan kehidupan yang bebas akan konflik kekerasan dan egoisme para elit penguasa terhadap kepentingan-kepentingannya sudah tak terelakkan lagi.

Maka dari itu, sudah sepantasnya jika kita mengharapkan agar kedamaian dan ketentraman bisa tercapai di dunia ini, tak hanya di Tahun Kelinci, namun juga di tahun-tahun lainnya.

“Peace can not be kept by force. It only can be achieved by understanding”. Kutipan dari Albert Einstein, salah satu tokoh dunia yang juga lahir di bawah lambang kelinci; sepertinya tepat untuk menggambarkan harapan kita akan kedamaian dan ketentraman dunia.

Lalu, apakah kepercayaan masyarakat China pada Tahun Kelinci yang membawa perdamaian dan kasih sayang akan benar-benar tercapai? Kita lihat saja nanti. Walau mungkin terlihat sulit, tak ada salahnya juga untuk berharap, bukan?


Fahrizal Ramadhan
Mahasiswa HI UMY 2009

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Mading Edisi 6 , Februari 2011 . Hal .1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s