Perayaan Imlek di Berbagai Belahan Dunia

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (Chinese: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penaggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “malam pergantian tahun”.

Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Cina sangat beragam. Namun, semuanya memiliki kesamaan seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api.

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873).

Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi Han Cina yang signifikan.

Hari raya Imlek di negara-negara Asia Tenggara merupakan salah satu hari raya yang penting, mengingat populasi warga negara keturunan Cina yang besar. Penang, Malaysia dan Singapura adalah dua kota tempat penyelenggaraan perayaan Imlek terbesar di Asia Tenggara. Tahun Baru Imlek di Singapura dirayakan dalam kegiatan yang bervariasi, yang terpusat di Pecinan.

Tahun 2010 kemarin, terdapat bazar-bazar, pertunjukan panggung di Lapangan Kreta Ayer, dan perlombaan barongsai. Parade Chingay adalah yang paling terkenal, karena tidak hanya menampilkan kebudayaan Cina saja, melainkan juga budaya-budaya lain, seperti Melayu.

Di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek terpusat di Jakarta, Surabaya, dan Medan. Pada tahun 2000 Imlek dilegalkan di Indonesia dan tahun 2002 menjadi hari libur nasional. Perayaannya hampir sama pada umumnya,seperti barongsai, angpao, dan berbagai macam festival .

Di negara Eropa, Imlek dirayakan di Pecinan (Chinatown) dengan menggelar pawai yang digelar dengan rutin tiap tahunnya. Di Amerika Serikat tepatnya New York, pawai itu tak hanya diisi barongsai dan beragam kebudayaan Tionghoa lainnya. Ada juga organisasi nirlaba lainnya yang ikut pawai. Selain itu, hari raya Imlek juga semarak di kota-kota seperti San Francisco dan Los Angeles.

Di Sydney, Australia terdapat perayaan Tahun Baru Imlek terbesar di luar Asia, dengan 600.000 orang terlibat dalam perayaan tersebut pada 2009. Acara berlangsung selama tiga minggu, yang dimeriahkan dengan digelarnya pasar kaget, kios-kios makanan, penampilan pertunjukan opera tradisional China, lomba perahu naga, festival film, dan parade-parade. Acara yang diselenggarakan ini ternyata juga memiliki daya tarik wisata sendiri.

Perayaan Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan tidak hanya di RRC yang merupakan pusat kebudayaan Tionghoa, melainkan di negara-negara seluruh dunia .Hal tersebut membuktikan bahwa batas ruang tidak menghambat persatuan suatu bangsa. Selain itu, nilai saling menghormati dan toleransi sudah sepantasnya dijunjung tinggi mengingat kehidupan yang semakin multikultural.


Ragil Rizki Rachman
Mahasiswa HI UMY 2010

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Mading Edisi 6 , Februari 2011 . Hal .1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s