Crop Circle Hebohkan Masyarakat Indonesia

Pada bulan Januari 2011 kemarin, Yogyakarta di hebohkan oleh sebuah fenomena yang jarang terjadi di Indonesia,yaitu adanya “Crop Circle” . Masyarakat berbondong-bondong datang ke pinggir sawah dan menanyakannya kepada para ahli tentang apa yang terjadi. Namun untuk melihat dengan jelas bentuk crop circle, pengunjung harus menaiki pohon di sekitar lokasi. Pasalnya tidak ada tempat tinggi seperti perbukitan sebagaimana di lokasi crop circle pertama di Berbah, Sleman.

Warga menyewakan tangga yang terbuat dari bambu agar pengunjung bisa menaiki pohon setinggi 8 meter tersebut. Lingkaran berpola yang disebut-sebut sebagian orang sebagai jejak piring terbang atau Unidentified Flying Object (UFO) itu berbentuk hampir mirip dengan crop circle di Sleman. Hanya saja bentuk lingkaran luar dan dalamnya tidak sempurna.

Setelah di lihat ternyata itu adalah semacam bentuk lingkaran dan bentuk bentuk lain seperti geometri yang sebagian besar berukuran cukup besar. Di Inggris, Amerika, Jepang, dan Australia kerap ditemukan fenomena ini. Bentuknya pun beragam, dari mulai lingkaran sederhana hingga bentuk geometris yang sangat kompleks. Beberapa diantaranya bahkan berbentuk citra flora dan fauna yang unik dan menunjukkan bahwa pembuatnya adalah makhluk yang cerdas. Sebelumnya di daerah Gunung Kidul, seorang pelajar merekam foto menyerupai piring terbang.

Ada yang mengaitkan peristiwa ini dengan cuaca buruk di Yogyakarta. Bahkan ada juga yang menghubung-hubungkannya dengan UFO (unidentified flying object) . Ada penduduk sekitar yang memberi kesaksian mendengar suara gemuruh.

Tapi mengapa kesaksian tersebut hanya oleh satu dua orang? Padahal kejadian tersebut berada pada area sawah di perkampungan yang ramai penduduk. Crop Circle diduga terbentuk pada Sabtu (22/1) malam. Akan tetapi, sawah yang di kenai Crop Circle itu berada di bawah jaringan kabel Sutet (Saluran Listrik Tenaga Tinggi), bagaimana pesawat bisa mendarat ??


Novi Rizka Amalia
Mahasiswa HI UMY 2009

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Mading Edisi 6 , Februari 2011 . Hal . 2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s