4 Pengurus KOMAHI UMY meriahkan Pementasan PISPOT Teater Tangga

Apa jadinya bila pengurus HMJ naik pentas, inilah yang dirasakan oleh empat mahasiswa yang juga pengurus KOMAHI UMY . Mereka turut memeriahkan pementasan teater yang berjudul “PISPOT” . Sebuah pementasan yang mengangkat naskah karya Firuzul Mumtaz yang diadaptasi keatas panggung oleh Teater Tangga .

Merekalah Haniza Ayumentari , Dynar Manggiasih , Saifullah Gozali , dan Achmad Zulfikar . Keempat pengurus KOMAHI UMY ini menjadi figuran/extras dalam pementasan PISPOT ini . Adapun penampilan mereka patut diacungi jempol , karena tidak hanya bisa berorganisasi secara kelembagaan , namun juga mempunyai percaya diri untuk beraksi diatas panggung .

Peran KOMAHI UMY dalam pementasan PISPOT ini sebagai support kepada Teater Tangga UMY yang menjalin kerjasama dengan melibatkan pengurus KOMAHI dalam pementasan . PISPOT dipentaskan pada tanggal 2 Maret 2011 bertempat di Pendopo Kantin Selatan Kampus UMY . Acara ini dimulai tepat pukul 20.00 WIB.

Sekilas tentang PISPOT , pentas ini mengisahkan tentang maraknya praktek sindikat yang kini menjangkau bukan hanya kalangan elit politik bahkan sudah masuk ke dalam area Pasar . Sindikat atau yang kita kenal dengan sebutan komplotan ini telah mengancam keamanan di Pasar Ngarang-an . Di sore hari sebelum pasar tutup terjadi kasus penjambretan dengan korban seorang ibu yang berbelanja dengan kalung emas 50 gr , dari awal gaya ibu ini terlihat glamour sehingga memancing pencuri untuk melancarkan aksinya .

Dari dialog tokoh tergambar bahwa sebenarnya sudah beberapa hari pencuri berkeliaran di sekitar pasar. Bahkan istri pedagang batu akik pun turut menjadi korban pencurian , dalam dialog tokoh ini pun menyatakan bahwa kejahatan yang terjadi melibatkan ‘orang dalam’ .

Di akhir cerita terungkaplah bahwa ternyata lek Kardi , yang merupakan kepala keamanan di pasar tersebut berkomplot dengan pencuri yang ‘sebenarnya’ . Melihat kembali peran lek Kardi dalam alur pementasan , dialah orang yang menginterogasi si pencuri yang ‘salah tangkap’ . Kedoknya tersebut pun terbongkar oleh Usman si penjual buah .

Sebenarnya realita ini kita lihat juga dalam pemerintahan , maupun bahkan dalam hubungan antar negara . Kadangkala sebuah negara bersekutu dengan negara lain , kemudian bermaksud mengkambinghitamkan negara lain .

Pementasan ini seharusnya menjadi bahan introspeksi terhadap keadaan yang terjadi selama ini , jangan sampai ketika para mahasiswa yang merupakan calon penerus bangsa ini terkontaminasi dan melakukan hal – hal yang menyimpang dari etika dan moral . Tentunya dalam menjalin kerjasama , baik dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari – hari segala sesuatu harus kita lihat dari berbagai sudut pandang , apakah hal ini merupakan ‘halal’ atau ‘haram’.

Pengurus KOMAHI yang turut dalam pementasan ini pun banyak belajar dari latihan yang dijalani selama kurang lebih 1 bulan . Mereka pun melihat betapa susahnya untuk bersandiwara didepan khalayak (penonton) dan meyakinkan (convince) mereka untuk mengikuti jalan pikiran sang penulis naskah .

Dunia ini bukan panggung sandiwara , hiduplah dengan jalan hidupmu sendiri . (fikar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s