Meneropong Aliran Dana Hibah

Kawan, pernahkah mendengar tentang dana hibah di kampus kita? Atau malah diantara kita masih ada yang belum tahu darimana dana, yang konon berkisar dalam angka lumayan besar tersebut, berasal. Lalu siapa yang mengelolanya dan sejauh mana perkembangan dari dana hibah tersebut? Bukan mahasiswa namanya jika tidak mau tahu segala urusan, khususnya tentang masalah ini.

Terlebih bila ikhwal ada dalam ranah kita sendiri. Nah, demi mengobati rasa ingin tau tersebut, reporter IRN berhasil mewawancarai seorang narasumber berkompeten demi menggali informasi tentang kemana kiranya dana hibah tersebut bermuara.

Dari hulu turun ke hilir. Semacam itulah mekanisme awal mula si dana hibah. Pada awalnya sejumlah dosen dari Jurusan HI UMY mengajukan proposal kepada Depdiknas, tepatnya DIKTI di Jakarta pusat. Proposal yang gol tersebut lantas membuahkan dana sebesar 1 Milyar yang mengalir ke kas jurusan. Proses penyalurannya pun berlangsung selama tiga tahun secara bertahap. Ini merupakan tahun terakhir penyaluran dana yang memang disalurkan untuk peningkatan fasilitas sarana dan prasarana di kampus kita.

Tengoklah Asia Pasifik-Dunia Islam Corner yang berada di lantai 1 gedung Fisipol dan ada ruang yang berhadap-hadapan dengannya, salah satunya adalah ruang Simulasi Sidang. Keduanya tak lain merupakan hasil pemanfaatan dari dana hibah tersebut. Disamping itu, dana juga digunakan untuk pengadaan buku-buku, sejumlah komputer, furniture, multimedia dan menggelar lokakarya.

Asia Pasifik-Dunia Islam Corner kini menjadi salah satu alternatif penunjang mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan. Sebab fasilitas yang ditawarkan dari ruangan tersebut cukup menjanjikan. Diruang tersebut kita bisa mengakses internet secara gratis dan bahkan biaya untuk print sangat terjangkau di saku mahasiswa. Jadi bisa menghemat pengeluaran khan? Selain itu disana juga tersedia buku-buku yang tidak hanya berbau Asia-Pasifik saja, namun ada pula tentang dunia islam serta penunjang konsentrasi HI lainnya.

Beralih ke ruang di seberang Asia Pasifik-Dunia Islam Corner yaitu ruang Simulasi Sidang dimana tata letak dari meja maupun kursi disini diatur sedemikian rupa seperti ruang sidang ASEAN sungguhan. Disini para calon diplomat yaitu mahasiswa bisa berlatih tentang bagaimana proses dalam sidang internasioanal.

Ruangan ini juga nantinya akan bersebelahan dengan Research Center. Sebuah ruangan penelitian bagi mahasiswa yang tengah menyusun skripsi. Mahasiswa dipersilakan memanfaatkan akses internet yang juga disediakan di dalamnya.

“Adapun respon dari mahasiswa sejauh ini cukup bagus karena kenyamanan yang diperoleh tanpa harus lesehan di lorong-lorong lagi guna mengakses internet,” tutur Mba’ Mutia yang bertugas sebagai staff ruang hibah tersebut. Mengenai kendala yang dihadapiyaitu seputar pengadaan ruangan. Ruang yang selama ini digunakan dirasa masing kurang memadai karena merupakan ruang perkuliahan biasa.

Dan sayangnya untuk saat ini sederet fasilitas tersebut masih dikhususkan bagi mahasiswa HI. Jadi, bersyukurlah bagi para mahasiswa HI yang telah difasilitasi sedemikian rupa. Satu hal yang terpenting adalah diharapkan bahwa misi yang diusung seputar pengadaan fasilitas-fasilitas penunjang di kampus ini bisa tercapai. Mempermudah kegiatan mahasiswa guna percepatan peningkatan mutu lulusan nantinya. (via)

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Buletin Edisi 22 , Februari 2009 hal 1 dan 8 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s