Motif dalam Isu Terorisme dan Separatisme

Ada pertanyaan dibenak kita tentang bagaimana peranan pers pada masa modern sekarang ini, saya rasa pers sudah jauh lebih baik daripada masa orde baru, sebelum adanya reformasi. Masih teringat jelas ketika orde yang dipimpin oleh almarhum bapak Soeharto, gerak gerik pers tidak bisa sebebas sekarang dan terdapat banyak peraturan yang harus dipatuhi agar pers masih tetap eksis di dunianya karena yang seperti kita tahu, untuk berani melanggar aturan pemerintah sangat beresiko tinggi saat itu.

Belum lagi adanya pemotongan-pemotongan atau sensor dari tiap berita yang mungkin untuk mendapatkan berita tersebut diperlukan pengorbanan yang tidak gampang. Pengorbanan yang dilakukan pers seringkali mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Lihat saja kasus yang sedang booming saat ini, yaitu serangan Israel dengan Palestina. Nyawa pencari berita sangat dipertaruhkan demi mendapatkan berita yang actual dan terpecaya. Belum lagi dijadikan sandera oleh sekelompok teroris seperti kejadian waktu silam.

Tapi sekarang berbeda, pekerjaan pers saat ini yang memang menantang dan penuh pengorbanan untuk mengungkap realita yang ada dapat terbayar dengan disiarkan secara merdeka. Setelah ada UU dimana pers mendapat jaminan kebebasannya dan mendapat perlindungan seperti dengan adanya “Kode Etik Pers”.

Tidak ada lagi penyaringan berita khususnya tentang dunia politik atau pemerintahan. Dan juga tidak kita saksikan lagi “Dunia dalam Berita” yang penyiarannya di setir oleh pemerintahan yang otoriter Kemerdekaan pers dan kerja kerasnya telah berbuah manis, masyarakat pun puas dengan berita yang transparan serta lebih memahami fenomena-fenomena di sekitar lingkungan kita. Jadi, pers sangat mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup masyarakat di negara Indonesia ini khususnya sebagai negara yang menganut sistem demokrasi. Pers dijadikan sebagai instrumen penting dalam menyampaikan dan menyalurkan inspirasi rakyat terhadap pemerintah ataupun sebaliknya.


oleh : Ressa Endar Saputri
Mahasiswi HI UMY angkatan 2007

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Buletin Edisi 22 , Februari 2009 hal. 5 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s