Sekolah Menulis II : Menyulap Ide Sederhana Menjadi Karya

Belajar Menulis sama seperti belajar mengendarai sepeda, orang menjadi mahir karena terus berlatih. Percuma saja teori-teori dari berbagai macam buku, namun tidak diimbangi dengan praktek. Demikian pernyataan narasumber kali ini, Juwandi Ahmad, penulis buku “The Young Sufi” sebagai salah satu cara melatih kemampuan menulis.

Bertempat di ruang sidang Fakultas Ekonomi, Gedung Ki Bagus Hadikusumo Lantai 2, Pers Mahasiswa KOMAHI UMY menyelenggarakan Sekolah Menulis yang kedua kalinya pada Kamis, 17 Maret 2011.

Acara kali ini dipandu oleh Sekretaris Pers Mahasiswa KOMAHI UMY, Sutrisno Triantoro. Narasumber menjelaskan tentang fenomena yang terjadi seperti banyak orang yang mendengar, sebagian yang membaca, namun sedikit yang menulis. Berbagai macam keuntungan juga diperoleh dalam melakukan kegiatan menulis. Menulis dapat dijadikan sebagai ruang katarsis, yaitu pelampiasan emosi yang tentunya lebih baik, cerdas, dan produktif dituangkan dalam bentuk tulisan.

Menulis juga dapat menguatkan dan memperluas pemahaman, sebagaimana yang beliau jelaskan, mendengar dan membaca dapat diartikan menaruh sesuatu di otak, namun dengan menulis berarti kita menancapkannya.

Selain itu, menulis memberikan keuntungan-keuntungan lain seperti memberi kepuasan batin, dikenang, mendapat pengakuan dan peneguhan, dan menghasilkan suatu karya. Karena menulislah orang-orang seperti J.K. Rowling, Andrea Hirata, Muhammad Fauzil Adhim, dan banyak lagi menuai kesuksesan.

Begitu kita mengetahui keuntungan yang diperoleh dengan menulis, yang dijelaskan berikutnya adalah bagaimana menuangkan ide-ide dalam tulisan. Sebenarnya, setiap manusia dapat dengan mudah melakukannya karena yang dibutuhkan disini hanyalah memiliki nalar batin dan dapat menatap hidup dan peristiwa secara sehat.

Di samping itu, untuk mengasahnya, selain mencoba langsung, kita tidak dianjurkan membuang tulisan yang gagal. Kita berlatih menulis setidaknya setengah sampai satu halaman setiap hari dan banyak membaca untuk dapat melihat dari berbagai sudut pandang. Kepercayaan diri dan keahlian menghadapi kebosanan dan kejenuhan sangat diperlukan dalam mencapai tujuan sebagai seorang penulis handal.

Berikutnya, para peserta sekolah menulis diberi kesempatan untuk berlatih menulis, mendeskripsikan ruang sidang Fakultas Ekonomi, tempat kegiatan ini dilaksanakan. Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari panitia kepada narasumber.(ragil)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s