Perang Korea : Haruskah Terjadi Kembali ?

Perang Korea awalnya merupakan bagian dari konspirasi Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menerapkan ideologinya yaitu AS liberal dan US komunis kepada internasional. Perang Korea saat ini terjadi bukan karena beberapa faktor eksternal dari beberapa faktor eksternal dari perang antara dua Korea. Ada negara-negara sekitar.

Misalnya saat Korut menyerang Korsel, namun Cina yang merupakan saudara tua Korut tidak menentang. Cina yang saat ini sebagai negara super power baru mampu mengimbangi AS.

Sehingga adanya bentrok antara AS dan Cina. Penyebab perang tersebut terjadi kembali yaitu karena adanya perubahan kebijakan luar negeri beberapa negara, terutama Jepang. Negara- negara tersebut mereformasi kebijakan terutama keamanan negara masing – masing. Jepang fokus pada self-defense . Kebangkitan ekonomi Cina menjadi ancaman bagi Jepang sehingga merevisi kebijakan keamanan.

Indonesia memiliki hubungan yang sangat bagus dengan Korsel. Namun, dengan terjadinya perang tersebut kurang dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia. Menurut Tubagus, “Indonesia sepertinya kurang jeli untuk memanfaatkan momentum bagus ini untuk merevisi kebijakan luar negeri dalam hal keamanan. Padahal banyak bagian dari Indonesia yang berbatasan dengan Cina. Kapal-kapal kita banyak yang tidak bisa menjaga perairan di Indonesia”.

Perang Korea tidak akan terjadi kembali apabila ada kesadaran bahwa musuh mereka bukan antar Korea, namun keduanya ditunggangi oleh kepentingan pihak ketiga yaitu AS dan Cina. Mereka seharusnya melakukan remifikasi yang telah di impi-impikan sejak dulu namun terhalang karena adanya pengaruh dari negara- negara lain. Cina memiliki pengaruh penting dalam terjadinya perang Korea kali ini. Pengaruh Cina untuk Korut agar mampu menaikan bargaining Position Korut dimata AS.

Tubagus menambahkan,”Semoga perang ini dapat menjadi pelajaran agar tidak terjebak dalam permainan negara lain. Intinya, perang ini terjadi bukan karena serangan dari Korea Utara ataupun Korea Selatan, melainkan ada aktor – aktor dibelakangyang berpengaruh kuat dan karena kebangkitan ekonomi Cina yang menjadi ancaman bagi negara lain”.

Tubagus Achmad Fachar Asrafi
Mahasiswa HI UMY 2008

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Buletin Edisi Januari 2011 (tidak terbit) hal. 1 – 2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s