Hosni Mubarak : Sang Penguasa Mesir

Hosni Mubarok, nama yang sudah tak asing lagi di telinga kita. Ya, tokoh yang satu ini kini telah menjadi tokoh yang ramai diperbincangkan media seiring pergolakan Mesir. Siapa sebenarnya Hosni Mubarak? Bagaimana karir politik dan militernya sehingga ia menjadi orang paling berkuasa di Mesir? Hosni Mubarak menjadi wakil presiden setelah pangkatnya naik di jajaran Angkatan Udara Mesir.

Ia menjadi presiden untuk menggantikan presiden Anwar Al Sadat yang terbunuh pada 6 Oktober 1981 oleh kelompok radikal. Ia merupakan Presiden Mesir keempat untuk masa jabatan lebih dari 15 tahun sejak menjabat pada tahun 1981. Hosni Mubarak merupakan orang yang cerdas. Terbukti saat masih belajar di perguruan tinggi, ia bergabung dengan Akademi Militer Mesir hingga meraih gelar Bachelor’s Degree dalam pengetahuan Militer pada tahun 1949.

Pada tahun 1950, ia bergabung dengan Akademi Angkatan Udara dan kembali meraih gelar Bachelor’s Degree untuk Pengetahuan Aviation serta Ia mengajar di Akademi Angkatan Udara pada periode 1952-1959. Pada tahun 1964, ia diangkat sebagai Kepala Delegasi Militer Mesir untuk USSR. Di bawah Konstitusi Mesir 1971, Presiden Mubarak memiliki kuasa yang luas atas Mesir. Bahkan, dia dianggap banyak orang sebagai seorang diktator, meskipun moderat. Ia dikenal karena posisinya yang netral dalam Konflik Israel-Palestina dan sering terlibat dalam negosiasi antar kedua pihak.

Setelah bergabung di Akademi Militer FROUNZ Uni Soviet, kemudian ia menjadi Komandan Pangkalan Udara Barat Kairo pada tahun1964 dan menjabat sebagai Direktur Akademi Angkatan Udara pada tahun 1968. Pada tahun 1969, ia menjabat Kepala Staf Angkatan Udara dan Komandan Angkatan

Udara serta Wakil Menteri Peperangan (1972). Pada 1974, ia dipromosikan ke peringkat Letnan Jendral dan Wakil-Presiden Republik Arab Mesir (1975).

Tahun 1979, ayah dari dua orang anak ini menjabat sebagai Wakil-Presiden Partai Demokratik Nasional (NDP) dan langsung menjabat Presiden Republik Arab Mesir pada 1981. Pada 1982, ia menjabat Presiden Partai Demokratik Nasional dan terpilih kembali sebagai presiden (1987). Periode 1989-1990, ia menjabat Ketua Umum Organisasi Persatuan Afrika OAU.

Ia terpilih kembali sebagai presiden pada 1993 dan menjabat lagi sebagai Ketua Umum Organisasi Persatuan Afrika “OAU” pada periode 1993-1994. Sejak Juni 1996, ia menjabat Ketua Umum Arab Summit. Ia terpilih kembali sebagai presiden pada 1999 dan menjabat Ketua Umum G-15 pada periode 1998-2000. Hingga saat ini, sudah hampir 30 tahun ia menjabat sebagai Presiden.

Walaupun saat ini ia diminta untuk segera lengser dari jabatannya oleh rakyatnya sendiri.

sumber :
 http://knowingarea.blogspot.com
http://www.wikipedia.com


oleh:
Reynita Hutami Adiningsih (Mahasiswa HI UMY 2010

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Buletin Edisi 28 , Februari 2011 . Hal. 8 – 9.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s