FLU BABI?? Ohhhhh no….

Saat-saat ini kita sering sekali dengar kata-kata ‘flu babi’. Apa lagi itu? Pertanyaan itu seketika muncul setelah mendengar berita di televisi. Apakah ini masih sejenis dengan flu burung? Dunia sedang disibukkan dengan munculnya kasus flu babi ini.

Flu babi alias swine flu yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai flu tipe A yang disebabkan virus H1N1. Menurut Menteri Kesehatan RI, virus H1N1 ini sudah mencapai fase 5 atau infeksi virus kepada manusia dengan penularan yang semakin meluas. Virus ini berawal dari Meksiko. Maka banyak juga orang-orang yang menyebut Flu Meksiko. Jumlah kematian akibat flu babi itu sendiri di Meksiko sudah mencapai 149 orang.

Setelah beberapa tahun yang lalu kita dikejutkan dengan adanya flu burung, kini kita dikejutkan lagi dengan adanya flu babi. Menurut Departemen Kesehatan RI, sebenarnya tingkat keganasan virus flu unggas tipe H5N1 yang mencapai 80% itu lebih besar dibandingkan flu babi yang hanya 15%. Begitu juga dengan tingkat kematian. Tingkat kematian flu burung 80%, sedangkan tingkat kematian flu babi 0,4%. Tetapi dengan tingkat penyebaran yang lebih cepat, virus ini cukup membuat khawatir masyarakat.

Oleh Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan, ada tujuh langkah dalam mewaspadai dan mencegah flu babi atau virus H1N1. Pertama, sudah terpasangnya thermal scanner (alat pendeteksi suhu tubuh) di bandara-bandara Internasional. Kedua, mengaktifkan kembali sekitar 80 sentinel untuk surveillance ILI dan Pneumonia baik dalam bentuk klinik atau virology.

Ketiga, menyiapkan obat-obatan yang berhubungan dengan penanggulangan flu babi yang pada dasarnya sama dengan virus H5N1 (flu burung). Keempat, menyiapkan seratus rumah sakit rujukan yang sudah ada dan mampu menangani kasus flu babi.

Kelima, menyiapkan kemampuan laboratorium untuk pemerksaan virus H1N1 (flu babi) di berbagai laboratorium flu burung yang sudah ada. Keenam, menyebarluaskan ke masyarakat luas dan menyiagakan kesehatan melalui desa siaga. Ketujuh, simulasi penanggulangan pandemi influenza.

Tapi sayang, langkah yang pertama tidak begitu berjalan dengan baik karena di beberapa bandara internasional alat tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik. Dan sekarang flu babi sudah masuk ke Indonesia. Hingga 13 Juli 2009 di Indonesia sudah terdapat 86 kasus positif flu babi. Padahal kemungkinan virus H1N1 tidak akan mampu hidup di daerah tropis seperti Indonesia, H1N1 biasanya hidup di daerah empat musim.

Departemen Kesehatan juga menghimbau masyarakat yang sakit demam tinggi diatas 37 derajat untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat agar jika memang benar terjangkit flu babi bias mendapatkan penanganan yang cepat. Gejala lain adalah batuk, sakit kerongkongan, sakit kepala bahkan beberapa penderita juga merasakan buang air besar dan muntah-muntah.

Kini di Bali ditemukan banyak wisatawan yang terjangkit flu babi. Dan yang cukup mengagetkan baru-baru ini sekelompok anak yang sedang lomba paduan suara di China juga terjangkit flu babi. Ada 12 anak yang terjangkit, karena itu anak-anak tersebut di karantina agar tidak menyebar luas. Mereka hanya merasakan demam yang cukup tinggi sebelum, selama dan sesudah lomba. Para TKI yang bekerja di luar negeri dan kemudian pulang ke Indonesia juga terjangkit flu babi, diantara mereka adalah para TKI yang bekerja di Malaysia.

Beberapa negara lain juga telah mengkonfirmasi warganya yang tertular virus H1N1. Di Jepang telah ditemukan 5.013 orang yang positif flu babi. Sungguh menghawatirkan, karena virus ini dengan cepat dapat menular ke manusia.

Flu burung pada tahun 2007 lalu begitu menghebohkan, saat ini kita dikejutkan lagi dengan adanya flu babi. Apalagi tingkat penyebaran flu babi lebih cepat dibandingkan dengan flu burung. Munculnya penyakit-penyakit yang berasal dari hewan ini cukup membuat kita heran, contohnya saja AIDS yang katanya berasal dari monyet, flu burung, flu babi lalu setelah itu akan ada apa lagi?

Pertanyaan-pertanyaan yang serius mungkin akan muncul dibenak kita orang-orang yang awam tentang virus. Akankah besok akan ada flu kuda, flu ayam atau virus-virus lain yang berasal dari hewan dan menular ke manusia? Semoga saja ini tidak akan pernah terjadi.


oleh :
Dyah Eka Sari
Mahasiswa Hubungan Internasional UMY 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s