Peningkatan kualitas SDM dengan pendidikan bertaraf Internasional

Ilustrasi – Pendidikan Bertaraf Internasional

Pendidikan yang baik merupakan salah satu ujung tombak maju atau tidaknya sebuah negara. Derasnya arus persaingan global yang semakin mencuat akhir-akhir ini dan adanya keberagaman ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat kompleks di Indonesia memang menuntut pemerintah kita untuk membuat beberapa kebijakan yang lebih efektif yang dapat mengupayakan terciptanya perbaikan terutama dalam sektor pendidikan. Dengan adanya kebutuhan tersebut, maka pendidikan bertaraf internasional pun hadir sebagai salah satu program yang diharapkan dapat menelurkan SDM yang berkualitas lebih baik sehingga lebih siap dalam menghadapi persaingan global.

Munculnya pendidikan bertaraf internasional sendiri didasarkan pada UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 50 ayat 3, yang secara garis besar ketentuan ini berisi bahwa pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan bertaraf internasional. Sesuai dengan visinya, pendidikan bertaraf internasional diharapkan dapat mewujudkan insan Indonesia cerdas, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berjati diri Indonesia, dan kompetitif secara global.

Dengan adanya dasar dan visi pengembangan tersebut pemerintah terus berusaha menyertakan ratusan institusi pendidikan di Indonesia dengan memberikan sokongan dana ratusan milyar rupiah demi terwujudnya pendidikan bertaraf internasional ini.

Pelaksanaan pendidikan bertaraf internasional ini sendiri lebih banyak menitikberatkan pada penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dalam proses belajar mengajar dan penggunaan kurikulum yang mengacu pada kurikulum pendidikan internasional seperti kurikulum dari Cambridge atau International Baccalaureate (IB).

Adanya pendidikan bertaraf internasional ini juga diharapkan dapat mengurangi banyaknya pelajar Indonesia yang lebih memilih menempuh pendidikan di luar negeri. Karena jika Indonesia memiliki banyak sekolah dan universitas berstandar internasional, maka devisa yang setiap tahun terkuras ke luar negeri akan dapat ditekan.

Banyaknya sekolah dan universitas yang mengklaim dirinya telah menerapkan sistem pendidikan bertaraf internasional cukup mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Pemerintah menduga tetapi bukan menuduh, bahwa beberapa sekolah dan universitas yang mengklaim dirinya sebagai sekolah atau universitas berstandar internasional itu hanya dari segi akademiknya saja.

Padahal kriteria pendidikan bertaraf internasional tidak hanya dilihat dari guru atau dosen yang fasih berbahasa Inggris, tetapi juga yang mampu menghasilkan manusia Indonesia yang seutuhnya. Oleh sebab itu, pemerintah akan melihat apakah beberapa sekolah dan universitas yang mengklaim dirinya telah menerapkan sistem pendidikan bertaraf internasional ini sudah sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam UU atau hanya sekedar berlabel internasional, tetapi tidak membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

Namun program mulia yang membutuhkan banyak dana dalam pelaksanaannya ini juga tak luput dari berbagai macam kritik. Proses KBM yang menggunakan konsep dwi-bahasa seperti ini akan cenderung memiliki keseimbangan yang kurang jika salah satu substansi lemah, seperti siswa atau mahasiswa kurang bisa mencerna proses dalam bahasa Inggris, atau sebaliknya guru atau dosen yang kurang bisa menerapkan bahasa inggris saat mengajar. Pemunculan pendidikan bertaraf internasional ini sendiri cukup mengundang sedikit kontroversi terutama ketika dihadapkan pada masalah adanya multikultural di Indonesia.

Untuk apa dan siapa program ini masih menjadi masalah karena pesertanya didominasi oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Biaya pendidikannya yang cukup mahal membuat program ini cenderung hanya bisa diikuti oleh siswa atau mahasiswa yang memiliki cukup dana sehingga menyulitkan masyarakat menengah ke bawah.

Output atau hasilnya juga masih dipertanyakan terutama ketika siswa atau mahasiswa yang bersangkutan ingin melanjutkan pendidikan. Nampaknya pemerintah memang harus jeli dalam membuat kebijakan pendidikan agar program ini dapat mendongkrak pendidikan di negara kita terutama masyarakat bawah dari yang sebelumnya awam pendidikan menjadi paham pendidikan, bukannya mengikuti atau menyamai apa yang ada di luar negeri. Program ini juga perlu mendapat evaluasi agar fungsi dan tujuan pencanangannya menjadi jelas.

Sehingga dalam pelaksanaannya program pendidikan bertaraf internasional ini bisa benar-benar menghasilkan SDM yang memiliki kualitas yang lebih baik dan siap dalam mengadapi persaingan global.


oleh :
Dynar Manggiasih
Mahasiswi HI UMY 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s