6 Mahasiswa HI UMY mengikuti School of Diplomacy UI


Dari kiri ke kanan: Aditya Maulana Hasymi, Mohammad Ichsan, Muhammad Ghozy.
Dari kanan ke kiri: Dana N. Kotahatuhaha, Atina Rosydiana, Akhmad Rifky Setya Anugrah

Jarak bukan halangan untuk menuntut ilmu. Hal ini dibuktikan oleh 6 mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang rela menempuh jarak jauh perjalanan Jogya-Jakarta demi mengikuti sebuah acara bernama “School of Diplomacy”. Keenam mahasiswa tersebut adalah Muhammad Ghozy Abdussalam, Akhmad Rifky Setya Anugrah, Atina Rosydiana, Dana Nurjannah Kotahatuhaha, Aditya Maulana Hasymi, dan Mohammad Ichsan. Dengan membawa nama baik almamater UMY dan dilandasi semangat menuntut ilmu demi mendirikan komunitas Model United Nations di UMY, mereka berangkat menuju Jakarta tepatnya di Universitas Indonesia.

Acara “School of Diplomacy” yang dihelat oleh komunitas UI for Harvard Model United Nations berlangsung pada hari Minggu 18 Desember 2011 bertempat di Gedung Fisipol Universitas Indonesia. “School of Diplomacy”” merupakan sebuah acara yang bertujuan memperkenalkan tentang seluk beluk Model United Nations yang selama ini telah sering dilombakan seantero dunia.

Dengan narasumber yang merupakan pemenang ajang Model United Nations, tentunya menambah kesan bahwa acara ini sangat qualified bagi pemula atau siapapun yang ingin tahu tentang Model United Nations. Tips and tricks for how to be a good Diplomat juga dibahas tuntas dalam acara ini.

Adapun peserta yang datang pada acara ini, tidak hanya berasal dari Universitas Indonesia dan Univeritas lainya yang berdomisi di Jakarta. Tetapi juga ada yang berasal dari luar pulau seperti Universitas Lampung dan tentu saja dari satu-satunya perwakilan dari Yogyakarta yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Sehari Mengikuti School of Diplomacy

“School of Diplomacy” pagi itu di mulai pukul 09.00 dengan Seminar bertema“Discover Your Style of Diplomacy” dengan narasumber Natalia Rialucky (Best Postion Paper Global MUN), Hanifah Ahmad (Best Delegate TEIMUN), dan Garlan (Best Delegate AMUNC). Dalam seminar tersebut 3 narasumber menjelaskan tentang seluk beluk Model United Nations baik tentang detail acara, persaingan menjadi best delegate di Model United Nations, dan kiat-kiat tentang cara berdiplomasi yang efektif dalam mengikuti Model United Nations.

Setelah 60 menit pemaparan tentang seluk beluk Model United Nations, peserta dibagi dalam 3 kelompok untuk masuk di 3 chamber (kelas) yang secara khusus membahas 3 hal yang penting dalam Model United Nations yaitu Moderated Caucus, Unmoderated Caucus, dan Legal Drafting.
Dalam chamber pertama yaitu Moderated Caucus, peserta diajarkan bagaimana untuk membangun sebuah motion yang bisa diperdebatkan dalam situasi formal sidang Model United Nations.

Dengan sedikit tambahan praktek didalam pelaksanaanya membuat kelas ini menjadi seru. Penguasaan tentang public speaking ditekankan dalam chamber Moderated Caucus ini. Berpindah ke chamber kedua yaitu Unmoderated Caucus, peserta diajarkan bagaimana diplomasi secara informal pada waktu sidang Model United Nations.

Peserta diajarkan untuk bisa menjadi seorang yang talkactive dan juga tricky dalam menghadapi diplomasi pada situasi Unmoderated Caucus. Last but not least, chamber ketiga yaitu Legal Drafting yang mengajarkan peserta bagaimana membuat postion paper sebelum menghadapi sidang Model United Nations, working paper, dan tentu saja yang paling penting dalam sidang Model United Nations berupa Draft Resolution secara komprehensif. Ketelitian dan struktur yang jelas dalam penulisan adalah hal yang yang perlu di underline dalam chamber ketiga ini.

Setelah ketiga chamber tadi selesai dilaksanakan maka peserta kembali dikumpulkan menjadi satu untuk melaksanakan simulasi sidang Model United Nations secara sederhana untuk proses implementasi. Tiap-tiap peserta “School of Diplomacy” telah dibagi dalam tiap negara yang akan direpresentasikan dalam simulasi sidang Model United Nations. Untuk perwakilan HI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sendiri, M.Ghozy Abdussalam (Barbados), Akhmad Rifky S. A. (Algeria), Atina Rosydiana (Andorra), Dana N. Kotahatuhaha (Argentina), Aditya Maulana Hasymi (Albania), serta Mohammad Ichsan (Bahrain).

Setiap peserta menunjukkan implementasi dari ilmu yang didapat setelah memasuki 3 chamber sebelumnya dalam simulasi sidang Model United Nations. Diakhir acara, UI for Model United Nations team memilih 10 outstanding student dalam “School of Diplomacy” tahun ini. Dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tidak pulang dengan tangan hampa karena salah satu delegasi dari HI UMY, Akhmad Rifky Setya Anugrah, terpilih menjadi salah satu Most Outstanding Student di “School of Diplomacy” 2011.

Keenam mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah membuktikan bahwa jarak bukanlah sebuah halangan demi menuntut ilmu. Tentu saja dengan ilmu yang didapat dari “School of Diplomacy” ini nantinya diharapkan bisa menyebarkan ilmu-ilmu tentang Model of United Nations ke seantero kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Last but not least, tonggak untuk mendirikan Model United Nations Club di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah siap untuk didirikan. nantikan! (Reporter: AdityaMaulanaHasymi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s