Respon Internasional atas Kim Jong-un

Ketika pemimpin Korea Utara Kim Jong-il meninggal dunia akibat serangan jantung hari Sabtu (17/12) dan diumumkan resmi hari Senin, masyarakat internasional hanya bisa memperkirakan beberapa skenario yang mungkin terjadi. Untuk masalah suksesi, dunia sudah mendapatkan isyarat gamblang bahwa Kim Jong-un, salah satu anak Kim Jong-il, akan menjadi pemimpin baru. Di usia 28 atau 29 tahun (sejauh ini tidak ada informasi resmi mengenai usianya), Kim Jong-un memiliki empat bintang di pundak dan menjadi salah satu tokoh kunci di tubuh militer.

Koran utama di Korea Utara dalam beberapa hari terakhir mendesak Kim Jong-un untuk segera menduduki secara resmi posisi panglima tertinggi angkatan bersenjata. Informasi tentang Kim Jong-un selama ini sangat minim dan masyarakat internasional melihatnya sebagai figur yang sama sekali belum teruji.

Sosok Kim Jong-un

• Lahir 1983 atau awal 1984
• Anak bungsu Kim Jong-il dan Ko Yong-hui
• Bersekolah di Swiss
• Disiapkan menjadi pemimpin pada 2009
• Pada pertengahan 2009 semua anggota parlemen diminta mendukung
• Disebut-sebut penggemar bola basket NBA

Yang Seung Yoon, guru besar hubungan internasional di Universitas Hankook di Seoul kepada BBC Indonesia mengatakan diperkirakan Kim Jong-un menjadi pemimpin transisi selama satu atau dua tahun. Ia beralasan sistem di Korea Utara sangat mementingkan senioritas. Dari sisi ini, kata Yang Seung Yoon, Kim Jong-un sulit diterima menjadi pemimpin tetap Korea Utara.

PJ Crowley, mantan asisten menteri luar negeri Amerika Serikat mengatakan Korea Utara pasti telah menyiapkan rencana transisi dan suksesi apalagi kesehatan Kim Jong-il memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Para pemimpin di Pyongyang dipastikan telah memiliki rencana seandainya Kim Jong-il meninggal sewaktu-waktu.

Crowley mengatakan transisi dan konsolidasi kepemimpinan di bawah Kim Jong-un mungkin akan berlangsung selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun. Menurut Crowley, di mata para pemimpin Pyongyang keberlangsungan rezim adalah segala-galanya.

Menakar reaksi AS, Eropa, Cina, Jepang, dan Korea Selatan, masyarakat internasional tampak sangat berhati-hati menanggapi dinamika di Korea Utara. Ini bisa dipahami karena rezim di Pyongyang benar-benar menguasai dan memiliki nuklir.

oleh: Deansa Sonia Hefransa
Mahasiswa Hubungan Internasional UMY 2011
Staf Divisi Pers Mahasiswa KOMAHI UMY

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Mading Edisi Januari 2012 (tidak cetak).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s