Reportase IRFD#2 Krisis Suriah

Pada hari Jum’at (16/3/2012), Divisi Pengembangan Wacana KOMAHI UMY mengadakan sebuah diskusi publik dengan mengangkat tema “Krisis Suriah”. Hadir dalam diskusi ini, bapak Dr. Sidik Jatmika, M.Si sebagai pembicara diskusi yang diadakan di ruang IC-2 tersebut. Acara tersebut dibuka umum untuk mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional UMY.

Pada pendahuluannya, diskusi ini membahas tentang kondisi Timur Tengah yang pada tahun 2010-2011 berlangsung serangkaian gerakan massa yang menggugat para penguasa negara-negara kaya minyak tersebut. Kronologinya, di negara Tunisia, Mesir dan Libya para penguasa yan telah berkuasa selama puluhan tahun akhirnya jatuh. Dapat dilihat realita saat ini, kepemimpinan dalam negara Yaman dan Suriah sedang berada diujung tanduk.

Bagaimana kronologi singkat dari krisis Suriah adalah sebagai berikut: Hafez al-Assad (6 Oktober 1930-10 Juni 2000) merupakan seorang Presiden Suriah dalam masa jabatan tiga dekade. Aturan-aturan yang ditetapkannya membawa perubahan yang cukup besar. Contohnya saja seperti Konstitusi pada tahun 1973 yang menjamin kesetaraan status perempuan di kalangan masyarakat. Hal tersebut pada awalnya menyebabkan berbagai kontroversi dari berbagai pihak.

Bapak Sidik Jatmika menyebutkan bahwa, “krisis yang terjadi di Suriah juga merupakan dampak dari berbagai krisis kekuasaan Arab. Krisis tersebut antara lain : 1. Krisis Otoritas, 2. Krisis Ekualitas, dan 3. Krisis Kontinuitas”.

Beliau juga menyebutkan bahwa, “krisis Syria juga terjadi akibat adanya intervensi asing. Bentuk intervensi asing tersebut dapat berupa embargo (dalam hal politik, ekonomi ataupun militer), campur tangan pihak asing dalam bidang politik, dan juga dapat berupa serbuan militer”.

Pada akhir diskusi, bapak Sidik Jatmika juga menyampaikan sebuah pesan berrhikmah. Beliau menyebutkan bahwa pentingnya kepemimpinan sebagai sebuah sistem memiliki ciri, antara lain holistik, dan elastis-adaptif. Adanya kegagalan dalam membaca dan menyesuaikan diri dengan tanda-tanda pancaroba zaman, akan berakibat fatal bagi sebuah sistem kepemimpinan. (deansa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s