Delegasi HI UMY Perankan Malaysia dalam Simulasi Sidang PNMHII XXIV

Delegasi Hubungan Internasional UMY dalam kegiatan Short Diplomatic Course (SDC) yang merupakan rangkaian acara Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) XXIV terdiri atas 2 orang delegasi negara, dan 2 orang jurnalis. Mereka adalah Ahmad Jawwad dan Fariz Ramaditya sebagai Delegasi Malaysia, sedangkan Achmad Zulfikar dan Aditya Maulana Hasymi bertindak sebagai delegasi jurnalis. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa (27/11) di Ruang Bulaksumur University Club UGM.

Dalam SDC ini seluruh delegasi tergabung dalam forum International Maritime Organization (IMO) yang membahas topik Keamanan Maritim Laut China Selatan Studi Kasus Pulau Spratly. Dalam pidato pembukaan Jawwad mengajak seluruh delegasi untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan upaya damai. “Marilah kita menyelesaikan masalah ini dengan cara-cara yang damai, karena wilayah ini merupakan tumpuan jalur perdagangan internasional yang tidak hanya menjadi permasalahan antar-negara di kawasan Asia melainkan juga masalah internasional. Namun demikian kami berharap partisipasi aktif dari delegasi negara-negara ASEAN dalam penyelesaian permasalahan ini”, paparnya.

Tidak hanya itu dalam jalannya sidang Jawwad dan Fariz menginisiasi draf resolusi 1.3 yang menekankan bahwa aktor penting dalam perundingan terkait masalah Laut China Selatan adalah ASEAN. Cara ASEAN (ASEAN Way) dipandang sebagai langkah tepat bagi 7 negara ASEAN lainnya yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Thailand, Kamboja, Lao PDR, Viet Nam dan Singapura.

Setelah sidang berakhir, delegasi Brunei Darussalam menyampaikan penghargaannya kepada Malaysia atas usaha dan kerja kerasnya dalam mengawal jalannya sidang. “Malaysia, we adore you!”, ucap delegasi Brunei. Ketika di konfirmasi terkait pernyataan Brunei Darussalam kepada Malaysia, delegasi Malaysia menuturkan, “Malaysia bersama Brunei ketika sidang berlangsung berusaha meyakinkan forum bahwa dengan dibawanya masalah ini ke International Court of Justice (ICJ) tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan akan menimbulkan permasalahan baru dan berujung pada penggunaan kekuatan yang telah dipahami oleh seluruh delegasi bahwa hal ini bukan jalan terbaik”, tutupnya. (fikar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s