Workshop PNMHII XXIV Perkenalkan PBM ala UGM

Workshop Analisis Konflik merupakan rangkaian acara Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) XXIV yang dilangsungkan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM). Tujuan dari workshop ini untuk memperkenalkan proses belajar mengajar ala UGM kepada seluruh mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (28/11) bertempat di Kawasan FISIPOL UGM.

Seluruh delegasi dibagi ke dalam 10 kelompok masalah antara lain: konflik Laut China Selatan, Gerakan Aceh Merdeka, konflik Filipina-MILF, konflik Filipina-MNLF, konflik Filipina-komunis, konflik Myanmar-Rohingya, konflik Muslim-Thailand, konflik Thailand-Kamboja, konflik Sipadan-Ligitan, dan konflik Syiah-Sunni di Sampang.

Selanjutnya dari kelompok-kelompok tersebut dibagi lagi ke dalam 6 unit analisis, yakni : penahapan konflik, urutan kejadian, pemetaan konflik, analogi bawang bombay, pohon konflik, dan analogi pilar. Dalam workshop ini delegasi dari HI UMY banyak mendapatkan unit analisis pohon konflik untuk menganalis berbagai permasalahan yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok.

Sebelum dimobilisasi ke kawasan FISIPOL UGM. Mulanya workshop ini dibuka oleh Titik Firawati, salah satu dosen pengajar jurusan Ilmu Hubungan Internasional UGM di Ruang Bulaksumur University Club. Beliau menyampaikan bahwa tujuan dari workshop itu sendiri, selain untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa ilmu Hubungan Internasional dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, juga menambah  ilmu tentang cara penyelesaian konflik dengan menggunakan alat-alat analisis konfik.

“Di samping itu workshop ini mengenalkan metode pembelajaran di luar kelas yang diterapkan di UGM, karena pendidikan tidak terbatas hanya di dalam gedung atau ruang-ruang kelas, akan tetapi proses tersebut bisa dilakukan kapan saja, dan dimana saja”, lanjutnya.

Setelah secara resmi workshop dibuka, dan dijelaskan teknis-teknis pelaksanaannya. Peserta workshop selanjutnya dibawa menuju lobi FISIPOL UGM. Setibanya di lobi FISIPOL UGM, para peserta dipisah sesuai dengan konflik-konflik yang akan di analisis, dalam satu kelompok terdapat sekitar 30 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia yang diatur sedemikian rupa secara acak.

Di masing-masing kelas, sekitar 10 menit peserta diberi tambahan materi seputar alat analisis konflik.  Kemudian peserta diberikan waktu 20 menit untuk menelaah konflik dengan menggunakan alat analisis konflik yang telah dijelaskan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memaparkannya dalam forum, dan sesi tanya-jawab.

Menurut salah satu peserta kelompok 1 yang berasal dari Universitas Cendrawasih Papua, Jemima Rahayaan, dia mengungkapkan betapa senangnya dia ketika mengikuti workshop ini. Dari workshop tersebut Mima mendapatkan teman baru, ilmu, serta pengalaman yang takkan terlupakan. Workshop ini juga membuatnya merasa lebih mudah dalam menyerap materi karena menggunakan kegiatan luar kelas yang membuatnya lebih santai. Dia berpesan agar workshop-workshop PNMHII kedepannya bisa lebih baik, lebih atraktif, dan lebih menarik.

Workshop ini diakhiri pukul 16.00 WIB dengan berkumpul kembali di lobi FISIPOL UGM bersama LO masing-masing. Peserta kemudian dimobilisasi kembali ke University Club kemudian dilanjutkan dengan mengendarai bus yang telah disiapkan untuk membawa peserta kembali ke Wisma MM UGM. (richo/fikar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s