Berpikir Kritis Dengan Prespektif Feminisme



Gender telah menstruktur kekuasaan dalam masyarakat. Itulah yang disampaikan oleh salah satu pembicara pada forum Diskusi tentang Feminisme terkait dengan Diskusi Bulanan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Hubungan Internasional. Diskusi bulanan ini berlangsung pada 26 Februari 2013, bertempat di Ruang Simulasi Sidang HI UMY.
Sebagai pembicara, diskusi tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Tulus Warsito yang merupakan Guru Besar Hubungan Internasioanal UMY yang juga didampingi oleh salah satu dosen dari jurusan Hubungan Internasional UMY serta sebagai narasumber dihadirkan seorang aktivis perempuan yakni Dr. Nur Azizah. Tak lupa juga Ade Marup Wirasenjaya, S.IP, M.A sebagai moderator dari diskusi tersebut.
 
Dalam diskusi bulanan ini, peserta diajak untuk berfikir kritis dengan perspektif Feminis tentang fenomena yang terjadi dalam praktek Hubungan Internasional melalui analisis Gender. Dibuka dengan kesalahpahaman masyarakat dalam penyamaan asumsi tentang Seks dan Gender, dan sejarah munculnya Feminisme.
Peserta juga diajak berdiskusi untuk membahas tentang bagaimana Gender dapat membentuk masyarakat yang patriaki, bagaimana gender dapat membentuk Foreign Policymaskulinitas yang menjadi “Ideal Type” di masyarakat, dan masih banyak lagi. Dalam diskusi ini juga dipaparkan tentang bagaimana mahasiswa HI menggunakan perspektif Feminisme untuk melihat fenomena yang terjadi dalam Hubungan Internasional. “Dalam pendekatan keilmuan, marilah kita melihat fenomena ini sebagai bahan pembelajaran, jangan hanya diterima atau ditolak mentah-mentah,” papar Prof. Tulus.
Peserta diskusi sendiri begitu antusias dalam menerima penjelasan yang disajikan oleh para pembicara. Antusiasme tersebut diwujudkan dengan banyaknya pertanyaan yang hendak diajukan kepada Prof. Tulus dan Ibu Nur Azizah setelah dibuka sesi tanya jawab oleh Moderator. Banyaknya penanya tersebut menunjukkan bahwa Mahasiswa HI UMY telah bersifat kritis dalam menyikapi Feminisme dalam Hubungan Internasional yang dimana Feminisme sendiri merupakan sesuatu hal yang baru. “Hal inilah yang menyebabkan Feminisme semakin menarik untuk dikaji,” ungkap Prof. Tulus. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s