INTENSITAS MEMBACA PENGARUHI KUALITAS TULISAN

Begitulah kiranya apa yang ingin ditekankan oleh Hanafi Rais, S.IP, MPT, dalam lawatannya ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) (21/5). Bertindak sebagai pembicara dalam talk show bertajuk “Open Your Mind, Open Your Book” yang digagas oleh Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) UMY, Pak Hanafi—begitu beliau biasa disapa—memberi pencerahan bagaimana kiranya seorang akademisi harus memiliki insting untuk menyukai dunia tulis-menulis agar bisa menghasilkan tulisan yang berbobot.

“Menulis memang sakit di awal. Banyak orang yang susah mengawali kebiasaan menulis. Tapi itu ternyata ada musababnya. Bisa jadi mereka termasuk orang-orang yang alergi terhadap buku. Alergi lah yang membuatnya menjauhi kebiasaan membaca buku. Padahal, dari membaca, kita akan kaya informasi yang menjadi modal kita untuk menyusun sebuah tulisan”, tandas pria kelahiran Chicago, Amerika Serikat, ini.

Terang saja, pernyataan tersebut mengundang kontroversi di kalangan peserta yang hadir dalam acara yang bertempat di Ruang Sidang AR.Fahcrudin B ini. Pasalnya, budaya membaca buku malah perlahan semakin ditinggalkan khalayak karena teknologi yang semakin canggih di era globalisasi saat ini.

“Intinya membaca informasi, membaca pengetahuan, membaca perkembangan dunia. Mau itu dari buku dengan wujud aslinya, atau dengan mengandalkan open sources (internet, red.), tidak jadi masalah”, balasnya dengan nada semangat. Mungkin beliau sudah sering mendengar keluhan-keluhan tersebut di setiap seminar yang beliau datangi.

Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan dari peserta talk show yang datang dari berbagai macam jurusan pun bergulir dengan teratur. Sebagian besar menyampaikan keluhan-keluhan mereka dalam memulai kebiasaan membaca. Ada juga yang menanyakan kiat-kiat apa saja yang perlu dilakukan dalam menghasilkan tulisan yang mampu “menggugah orang lain” untuk membaca atau meresponnya.

Talk show yang menjadi rangkaian acara Silver Age Celebration of KOMAHI (perayaan ulang tahun perak KOMAHI UMY) ini diakhiri dengan pesan serius beliau yang benar-benar “menggugah” peserta talk show untuk memulai menggoreskan pena di atas kertas. “Jika ingin mengenal dunia, maka membacalah. Tapi jika ingin dikenal dunia, maka menulislah”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s