Wikileaks di Mata Mahasiswa

Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional tentunya tidak asing lagi dengan Wikileaks , sebuah situs whistle-blower yang terus menerus menyebarkan kabel diplomatik “rahasia” dari berbagai Kedutaan Besar maupun Pejabat Tinggi ke seluruh Dunia .

Utamanya Negara Adidaya Amerika yang diberitakan cukup negatif dengan munculnya situs wikileaks buatan Julian Assange seorang lelaki Australia berusia 39 tahun yang mengungkap data-data intelejen Amerika terhadap beberapa negara dan komentar-komentar, atau berita-berita yang didapat dari dubes Amerika di beberapa negara tersebut yang disampaikan kepada intelejen Amerika, dan ada juga data-data terkait dengan pengambilan – pengambilan kebijakan Luar Negeri Amerika.

Pihak gedung putih dan negara terkait belakangan sering mengadakan klarifikasi sana-sini, ini karena ketakutan yang luar biasa apabila ini benar terjadi, dan menebar kebencian. Lalu yang jadi permasalahan sekarang adalah, pemilik situ tersebut Assange sedang menjadi topik pembicaraan, sampai mendapat tuduhan ini itu, dari mulai mendapat tuduhan pelecehan seksual, sampai mungkin dijerat dengan hukum dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata.

Dalam pernyataannya Jaksa Agung AS Eric Holder mengatakan para jaksa penuntut tidak hanya mempertimbangkan tuduhan spionase terhadap Assange. Upaya AS menjegal Assange ini sejatinya adalah indikasi atas puncak kebobrokan politik luar negeri AS.

Tuduhan spionase terhadap Assange sangat bertentangan dengan konstitusi Amerika dan membahayakan semua organisasi media di AS. Surat kabar Jerman, Berliner Zeitung, dalam editorialnya selepas Assange menyerahkan diri ke polisi Inggris Selasa (7/12), menuduh ‘Negeri Paman Sam’ menerapkan standar ganda.

“Reputasi AS kian rusak ketika mereka membungkam WikiLeaks dan pemimpin redaksinya, Julian Assange, dengan segala cara. Dengan demikian, AS mengkhianati salah satu pilar mereka, yaitu kebebasan memperoleh informasi…,” tulis editorial itu.
Hmmm, lalu saya menjadi bingung dengan kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi yang selama ini selalu di gembor-gemborkan oleh Amerika atas alasan HAM. Lalu bagaimanakah AS menangani Wikileaks ? Mau dibawa kemanakah kasus Wikileaks ini ?


Oleh:
Achmad Zulfikar (Mahasiswa HI UMY Angkatan 2010)

Tulisan ini telah dimuat pada IRN Mading Edisi 5 Januari 2011 Hal. 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s